Tuesday, 16 February 2016

Bab 1 : Sistem Reproduksi pada Manusia

A.    Pembelahan Sel
Pembelahan sel itu sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada 3 alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk:
1.       Pertumbuhan,  Mahluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel dalam suatu makhluk hidup maka semakin besar ukuran mahkluk hidup itu.
2.      Alasan selanjutnya adalah untuk perbaikan. Saat kita mendapatkan luka, terjadi kerusakan pada jaringan. Nah, perbaikan jaringan yang rusak  pada tubuh kita tersebut adalah hasil dari proses pembelahan sel.
3.      Alasan terakhir sel mengalami pembelahan adalah untuk reproduksi. Reproduksi atau perkembangbiakan adalah ciri lain dari makhluk hidup. Pada proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel.

Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah adasebelumnya (omnis cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh RudolfVirchow pada tahun 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat terjadi melalui prosespembelahan sel. Pembelahan sel dibedakan menjadi pembelahanmitosis dan meiosis. Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh(sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini, dihasilkan selanak yang mempunyai kromosom yang jumlahnya sama dengankromosom sel induk. Pembelahan secara meiosis hanya terjadi pada organ kelamin. Pembelahan ini berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur dan sel sperma). Melalui pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom setengah dari kromosom sel induk.




1.       Pembelahan Mitosis

Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan. Sel anakan tersebut mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Artinya, kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika yang sama, termasuk dalam jumlah kromosomnya. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya berpasangan (2n).

Pembelahan mitosis merupakan proses yang berkesinambungan yang ter diri atas empat fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dantelofase. Setiap fase pembelahan tersebut memiliki ciriciri yang berbeda. Pada tahap akhir dari pembelahan mitosis yaitu fase telofase, umumnyaselalu diikuti dengan pembelahan sitoplasma yang disebut dengansitokinesis. Pada saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan yangberfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan.


2.      Pembelahan Meiosis

Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang masing-masing sel anakan hanya memiliki separuh darijumlah kromosom sel induk. Dapat dikatakan bahwa jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah n atau disebut denganhaploid. Oleh karena itu, meiosis disebut sebagai pembelahan reduksi.

Berbeda dengan mitosis, pembelahan meiosis berlangsung dalam 2 tingkat yaitu meiosis I dan meiosis II. Meskipun demikian, fase-fase pembelahan meiosis mirip dengan fase-fase pembelahan mitosis.


B.    Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi pada Manusia

1.      Oran Reproduksi pada Laki-laki
Alat reproduksi atau alat kelamin laki-laki dapat dibedakan menjadi
alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB-di4SR_Qsjtpsjd365_h2v30dIuYhmvKcLsA6V2m9v9I8Rq7D-c2uU0-5m-jclJHqB3CzLeLtHmKy0FXeWWpevwcJCg94fxDmv8ppdkuC5CDMmzUWCKgxhX_V8aRY3U5Bp2Ii4PdMho/s320/Picture1.jpg

a. Alat Kelamin Luar
Alat kelamin luar merupakan alat kelamin yang terletak padabagian luar tubuh dan dapat diamati secara langsung.

1) Penis

Penis berfungsi sebagai saluran kencing (urin) dan sebagai saluran sperma. Penis terbentuk dari otot dan tidakmengandung tulang. Pada ujung penis terdapat struktur seperti lipatan kulit yang disebut kulup (prepuce). Kulup inilah yang dipotong saat seseorang dikhitan.

2) Skrotum


Pada bagian di dekat penis terdapat kantung yang terlihat seperti lipatan-lipatan kulit namanya skrotum. Pada skrotum tersebut terdapat dua buah (sepasang) testis atau buah zakar yang berbentuk bulat telur. Skrotum juga berfungsi menjaga suhu testis agar sesuai untuk produksi sperma.

b. Alat Kelamin Dalam
Alat kelamin dalam merupakan alat kelamin yang terletak pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat diamati secara langsung. Alat kelamin dalam antara lain terdiri dari testis, saluran sperma, uretra, dan kelenjar reproduksi.

1) Testis

Testis merupakan organ reproduksi yang berbentuk bulat telur, berjumlah dua buah (1 pasang) dan terdapat dalam skrotum. Pada saat laki-laki be usia 13 atau 14 tahun testis mulai memproduksi sperma atau sel kelamin jantan danhormon testosteron. Sperma merupakan sel tunggal yang mempunyai ekor dan kepala yang merupakan sel kelamin bagi laki-laki. Sedangkan, hormone testosteron pada anak laki-laki yaitu membesarnya jakun dan tumbuhnya rambut pada tempat-tempat tertentu misalnya kumis. Masa ini disebut masa pubertas. Masa pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami pematangan fungsi seksual yang disertai perubahan fisik dan psikis.

2) Saluran Sperma


Sperma yang dihasilkan di dalam testis akan keluar melalui
epididimis. Epididimis merupakan saluran yang keluar dari testis.
Pada saluran ini sperma disimpan sementara waktu sampaiberkembang dengan sempurna, dan dapat bergerak menuju saluran berikutnya yaitu vas deferens. Vas deferens merupakan saluran yang menghubungkan epididimis dan uretra serta berfungsi sebagai saluran sperma menuju uretra.

3) Uretra
Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi laki-laki yang terdapat di dalam penis. Uretra selain berfungsi sebagai saluran keluarnya sperma juga berfungsi sebagai saluran keluarnya urin. Proses keluarnya sperma ini dikenal dengan istilah ejakulasi.

4) Kelenjar Reproduksi

Kelenjar reproduksi berfungsi untuk memproduksi getah atau cairan yang nantinya bercampur dengan sel sperma menjadi air mani atau semen. Kelenjar reproduksi pada laki-laki terdiri atas berikut ini.

a) Vesikula Seminalis
Vesikula seminalis merupakan struktur yang berbentuk seperti kantung kusut kecil (±5 cm) yang terletak di belakang (posterior) dari kantung kemih. Kelenjar ini menghasilkan zat yang bersi fat basa (alkali), fruktosa (gula monosakarida), hormon prostaglandin, dan protein pembekuan.

b) Kelenjar Prostat
Kelenjar prostat berfungsi menghasilkan cairan keputih-putihan, sedikit asam (pH 6,5) dan mengandung beberapa zat yaitu: 1) asam sitrat yang digunakan untuk menghasilkan energi (ATP); 2) beberapa enzim, yaitu pepsinogen, lisozim, dan amilase; 3) seminal plasmin yang berfungsi sebagai antibiotik untuk membunuh bakteri dalam saluranreproduksi.

c) Kelenjar Cowper (Bulbouretra)
Kelenjar Cowper menghasilkan lendir dan cairan bersifat basa yang berfungsi melindungi sperma dengan cara menetralkan urin yang memiliki pH asam yang tersisa dalam uretra serta melapisi uretra sehingga mengurangi sperma yang rusak selama ejakulasi. Sperma yang dihasilkan testis akan bercampur dengan getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar–kelenjar reproduksi sehingga terbentuk suatu suspense (campuran antara zat cair dan zat padat) yang disebut semen (air mani). Semen ini lah yang dikeluarkan melalui uretra. Pada umumnya volume semen yang dikeluarkan sebesar 2,5-5 mililiter (mL). Tiap 1 mililiterterkandung 50-150 juta sel sperma. Dari jutaan sel sperma tersebut nantinya hanya 1 (satu) sel sperma yang akan berhasil membuahi sel telur.







2. Spermatogenesis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlwtuWIlU2tE47FFt0aeCGthEVESF1Z2PWtnPuCkCPT78EL8rcYtQljrB5lrrfgc-BHs2o9_mIk4dX0EodDTy9bvq_XRNV2fol54fW_sCjnMPs3TzF0_5tKQ8pJxfm5SO_PfErm16D_mQ/s320/Picture8.jpg

Tanda bahwa sistem reproduksi pada laki-laki telah matangadalah keluarnya air mani dari penis. Biasanya, air mani tersebutkeluar pada saat anak laki-laki mengalami mimpi basah. Mimpi basah pada umumnya terjadi saat berumur antara 10 – 14 tahun.Air mani merupakan campuran sel-sel sperma dengan getah-getah yang dikeluarkan oleh kelenjar reproduksi. Proses pembentukan sperma terjadi di dalam testis. Proses pembentukan sperma disebut dengan spermatogenesis. Pembentukan sel sperma terjadi di dalam tubulus seminiferus. Kata “tubulus” berasal dari kata “tubula” yang artinya saluran, sedangkan kata “seminiferus” berasal dari kata “semen” yang artinya sperma.
Jadi tubulus seminiferus adalah saluran panjang yang berkelok-kelok tempat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus inilah sebenarnya struktur yang membentuk testis.
Proses pembentukan sperma pada saluran tersebut terjadi secara bertahap. Diawali dari sel induk sperma atauspermatogonium yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya, sel spermatogonium mengalami pembelahan secara mitosis maupun meiosis dan mengalami diferensiasi atau perkembangan sehingga terbentuk sel sperma atau spermatozoa yang memiliki ekor. Sel sperma yang terbentuk tersebut bersifat haploid (n).








3.     Organ Reproduksi pada Perempuan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaKRmyu6e2c-BOATnOEuthQmxNiWH5e4lTw76dsG5JkePLhFvnxh8hw1DGKWbNm1j3DF_lAI1ztA0RkBYVFI6Oe7cr2sp8wWlJ7vtQPRyecGx7YGnHiqPtyyu-v6CUDi1PZBrlHHfw3yM/s320/46-09b-FemaleReproAnat-L.jpg

Alat reproduksi atau alat kelamin perempuan juga dapat dibedakan
menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.

a. Alat Kelamin Luar
Alat kelamin perempuan yang terletak di luar yaitu vulva, labium, dan saluran kelamin. Vulva yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita yang dibatasi oleh sepasang bibir (kanan dan kiri). Kedua bibir ini disebut dengan labium. Kedalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran urine dan saluran kelamin (vagina).

b. Alat Kelamin Dalam
Alat kelamin dalam perempuan antara lain terdiri atas ovarium, saluran kelamin, dan vagina.

1) Ovarium

Ovarium atau indung telur merupakan organ reproduksi perempuan yang terletak di sebelah kiri dan kanan rongga perut bagian bawah. Ovarium berjumlah sepasang dan memiliki bentuk seperti telur dengan ukuran 4 cm x 3 cm x 2 cm. Di dalam ovarium terdapat kumpulan sel yang disebut folikel. Di dalam folikel inilah sel telur atau ovum berkembang. Sel-sel oosit (calon sel telur) berkembang sejak awal kehidupan seorang perempuan dan mencapai kematangan setelah pubertas. Folikel ini juga menghasilkan hormon perempuan yaitu estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron berperan mengatur siklus menstruasi. Hormon ini juga mengatur perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan. Ciri kelamin sekundertersebut antara lain, semakin besarnya pinggul, tumbuhnyarambut pada bagian tertentu, berkembangnya payudara, semakin aktifnya kelenjar minyak dan kelenjar keringat yang dapat memicu munculnya jerawat. Pada setiap bulan, sel telur yang telah matang dilepaskan dari ovarium. Proses pelepasan sel telur dari indung telur ini disebut ovulasi. Selanjutnya sel telur tersebut akan ditangkap dan kemudian akan bergerak ke saluran telur (tuba fallopi). Saat ini kalian telah mengetahui bahwa jumlah ovarium yang dimiliki oleh pe rem puan ada dua buah. Biasanya setiap ovarium akan bergiliran melepaskan ovum (telur) setiap bulannya. Akan tetapi, jika salah satu ovarium tidak ada atau tidak berfungsi,
misalnya karena diangkat melalui proses operasi, maka ovarium lainnya akan terus melepaskan sel telur.

2) Saluran Kelamin
Saluran kelamin perempuan terdiri atas saluran telur atautuba fallopi, uterus, dan vagina.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggb4ICSCSWLsbrjOGi0y8HysQlFCE1xZIhJHEVBTZ1pSYdpW_c0Nlq2O7bTAJcufMcAk2vh-HGe4R9DDzDaV2tgzzJPlztaD4sb2nSme3Yy4_leW0wXdMFpUfX80R6fSLRdBrqj85VjC4/s320/ovarium.jpg

a) Saluran Telur (Tuba Fallopi)
Saluran telur (tuba fallopi) atau oviduk berjumlah sepasang, yaitu kanan dan kiri yang memanjang ke arah samping dari uterus. Panjang tuba fallopi ini sekitar 10 cm. Saluran telur berakhir dalam struktur berbentuk corong yang disebut infun dibulum, yang ditutupi fimbriae. Fimbriae menangkap sel telur yang dilepaskan oleh ovarium. Fungsi saluran telur membawa sel telur dari infudibulum ke rahim. Pada sa luran telur inilah terjadi fertilisasi atau pembuahan. Setelah terjadi fertilisasi, saluran telur akan menyalurkan zigot (hasil fertilisasi) menuju uterus atau rahim.

b) Rahim (Uterus)
Uterus atau rahim merupakan organ yang memiliki dinding yang tebal, memiliki bentuk seperti buah pir yang terbalik. Secara normal, rahim terletak di atas kantung kemih. Rahim juga berfungsi sebagai tempat perkembangan janin. Pada saat tidak hamil, rahim memiliki ukuran 5 cm. Pada saat hamil, rahim mampu me ngembang hingga 30 cm, ukurannya menyesuaikan dengan perkembangan bayi. Dinding rahim (endometrium) memiliki peranan da lam pembentukan plasenta. Plasenta merupakan organ yang menyuplai nutrisi yang dibutuhkan bayi selama perkembangannya. Pada perempuan yang tidak hamil, ketebalan dinding rahim bervariasi selama siklus menstruasi bulanan yang akan dibahas lebih lanjut pada bagian berikutnya.

c) Vagina
Vagina merupakan saluran yang menghubungkan lingkungan luar dengan rahim. Vagina tersusun atas otot-otot yang elastis, dilapisi selaput membran, yang disebut selaput dara (hymen). Saluran ini menghubungkan antara lingkungan luar dengan rahim. Saluran yang menghubungkan vagina dengan rahim adalah serviks leher rahim. Vagina selain berfungsi sebagai organ reproduksi juga berfungsi sebagai saluran untuk aliran darah menstruasi dari rahim dan jalan lahir bayi. Pada saat bayi akan lahir terjadi kontraksi otot-otot pada dinding rahim. Kontraksi inilah yang akan menyebabkan bayi terdorong ke jalan lahir (vagina).
Selaput dara merupakan selaput tipis yang tersusun atas pembuluh darah. Selaput dara tersebut dapat robek karena aktivitas yang membahayakan.

4.     Oogenesis



Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin perempuan yaitu sel telur atau ovum dan terjadi di dalam organ yang disebut ovarium. Berbeda dengan spermatogenesis yang dimulai ketika anak laki-laki mulai puber. Oogenesis di mulai sebelum anak perempuan lahir. Pada saat baru lahir, anak perempuan sudah memiliki bakal sel ovum (sel primordial) sebanyak 200.000 hingga 2.000.000, namun hanya sekitar 40.000 yang tersisa saat anak perempuan puber dan hanya 400yang akan matang atau berkembang sempurna. Sel telur yang matang diovulasikan (dikeluarkan dari ovarium) selama siklus reproduksi perempuan.
Didalam ovarium terdapat folikel yang berukuran kecil dengan calon bakal sel telur didalamnya. Folikel dan bakal sel telur tersebut berkembang semakin besar. Setelah matang sel telur akan dikeluarkan dari ovarium.
Proses oogenesis dimulai saat seorang perempuan berada dalam kandungan. Sel primordial akan membelah secara mitosis membentuk oogonium atau sel induk telur yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya, akan terjadi pembelahan secara bertahap baik pembelahan mitosis maupun meiosis. Pada akhir peristiwa oogenesis, dari satu sel induk telur (oogonium) akan dihasilkan satu sel telur (ovum) yang bersifat haploid (n) dan tiga badan polar (polosit)


5.     Siklus Menstruasi


Menstruasi merupakan suatu ke adaan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang meny
usun dinding rahim. Apabila seorang perempuan mengalami menstruasi maka akan keluar darah melalui vaginanya. Menstruasi ini biasanya terjadi satu bulan sekali. Siklus
menstruasi akan terjadi apabila sel telur yang dihasilkan oleh ovarium,
tidak di buahi oleh sel sperma.
Pada umumnya satu siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Akan tetapi, ada perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek dan panjang. Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi pendek, siklus menstruasinya akan berlangsung selama ± 18 hari. Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi panjang, siklus menstruasinya akan berlangsung selama ± 40 hari.
Siklus menstruasi dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama adalah fase menstruasi, pada fase ini hormon FSH (follicle stimulating hormone) memicu berkembangya folikel dalam ovarium. Hormon FSH adalah hoemon yan dihasilkan oleh kelenjar oituitari atau hipofisis. Kelenjar tersebut terletak di otak bagian depan. Pada fase ini, dinding rahim luruh dan seorang perempuan mengalami menstruasi.
Pada proses perkembangan folikel, ada beberapa folikel yang berkembang, namun hanya ada satu folikel yang dapat terus berkembang tiap bulannya. Pada awal perkembangannya, folikel menghasilkan hormon estrogen dan hormon progesteron. Hormon estrogen dan progesteron ini akan memicu dinding rahim untuk menebal. Pada saat ini dinding rahim sedang mengalami fase proliferasi. Tujuan dari menebalnya dinding rahim adalah untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila sel telur dibuahi oleh sperma. Fungsi lain dari hormon estrogen adalah memicu kembali kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon FSH dan LH (leuteinizing hormone). Hormon LH terus diproduksi dan meningkat secara mendadak. Peningkatan hormon LH ini akan memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang, proses ini disebut ovulasi.
Fase ketiga adalah fase sekretori. Folikel yang telah melepaskan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang telah diovulasikan akan ditangkap oleh fimbriae dan akan bergerak menuju ruba fallopi tuba fallopi. Jika pada saat itu sel telur tidak dibuahi oleh sperma (tidak terjadi fertilisasi), maka akan dikirimkan sinyal tertentu pada korpus luteum untuk tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron lagi. Dengan demikian, pada fase ini jumlah hormon estrogen dan progesteron pada perempuan rendah. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah, sehingga perempuan akan mengalami menstruasi.

6.     Fertilisasi dan Kehamilan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFTXwuQnrkcR_MWnJiS8fBOULzHSoHbpQ5Oi54E70VgnDjh31Ilk2hiNSCXUv2w_LhwRKnoCKK2ngsT7Wi-p-QyjhpydoraSHdtMkKf0M-2Au2KXUom1DLsOl4lHl5KH_9S_2yYpo5ojE/s320/embryo+process.jpg

Apabila ada sel sperma yang masuk ke dalam saluran reproduksi perempuan,     sel sperma tersebut akan bergerak menuju sel telur. Apabila telah bertemu    dengan  sel telur, bagian kepala sperma akan masuk ke dalam sel telur dan  meninggalkan  bagian ekornya di luar sel telur. Proses inilah yang mengawali    terjadinya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma    dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di    dalam tuba fallopi.
Sel sperma bergerak menuju sel telur dengan menggunakan flagela yang bergerak memutar sebagai baling-baling untuk menggerakan tubuh dalam cairan yang ada pada tuba fallopi untuk menuju sel telir. Gerakan flagela ini dapat dianalogikan dengan baling-baling untuk mendorong perahu.
Sel sperma dapat menemukan lokasi sel telur dengan beberapa mekanismeSel sperma dapat menemukan lokasi sel telur karena sel telur menghasilkan senyawa kimia berupa hormon progesteron. Selain itu, juga karena adanya sensor panas (suhutuba fallopi atau tempat sel telur ber ada, lebih tinggi di bandingkan suhu tempat penyimpanan sperma).
Zigot yang terbentuk setelah terjadinya fertilisasi akan melakukan pembelahan, selanjutnya berkembang menjadi embrio yang akan menuju ke rahim kemudian tertanam (implantasi) ke dalam endometrium. Pada kondisi ini seseorang mengalami kehamilan.

1.      Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

Sistem reproduksi sangat rawan terhadap kelainan dan penyakit. Kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun virus. Kelainan dan penyakit ini dapat ditularkan dari orang tua (yang terinfeksi) ke pada anaknya, akibat transfusi darah yang terinfeksi, ditularkan akibat gaya hidup yang tidak baik seperti gaya hidup seks bebas dan menggunakan jarum suntik untuk obat terlarang atau narkobaBerikut ini akan dibahas beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.

1) Gonorhoe (GO)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoyLM-HL31GsLWMfrjQ_h3-wrMlb1B2rp_B5BKRYmt3fjYAgZpypqvoc37JJzfQvwU6YUO291JoUaFeojfBZWigeOWU6J8rdmPxbqBLvy0Cy2wVcrNvpy4Poq1eMgmn5lLDtt2RGGR7lo/s1600/N.gonorrhoeae.jpeg

Penyaki Gonorhoe disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta keputihan berwarna kuning hijau pada wanita. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada bayi yang baru lahir.

2) Sifilis (Raja Singa)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS4TntDMqcP9iNnf3SammyP66uWT7qjUGGMe5XPgIYXEjFZoSmjEk472mjAxDa9sRPD4F5AGly9OosxFI8pc_yse4DvgDd6Nje4k95oM0hbjtxvLkjGEAb6Ls086mpGzXS46QKLl2oVME/s320/129834887.jpg

Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteriTreponema pallidum. Gejala awal penyakit ini adalah luka padatempat masuknya bakteri ke dalam tubuh, biasanya pada daerah sekitar kelamin. Penyakit ini dapat menyebar dan menyerang organorgan tubuh lainnya, kemudian menimbulkan kerusakan pada organ tersebut.

3) Herpes Simplex Genitalis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZy_k6tN5otZwddwJjGD8St0Yxr71hLY7-zV2YbrQz4y717V5KCbOP49xjPbwZx3JRXfIQeUqVc6OFLR1t8QYb6EROHXLnusFdkY1M3-_xcTYuJLUAgqutwFGhZ-Wv0nuSBIyhFkLZsBo/s1600/images.jpg

Penyakit herpes simplex genitalis disebabkan oleh virusHerpes simplex tipe II, yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus, dan vagina. Gejala penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Pada daerah tersebut kemudian timbul beberapa lepuh kecil-kecil, selanjutnya lepuh menjadi pecah danmenimbulkan luka. Penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering kambuh setelah beberapa bulan atau tahun.

4) HIV/ AIDS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5UNn-YAuRUMBbIdhfIrqrhPvPKO01KAJtvnhpdyBGWqX5rg5mAstyh1YP6rj8XBlxrASNvv6aW5iCFIKK6ti0mhrJBY344ggiY9df1u6SY9205_Zda8n3oLsrtt6QrDklD0V-jzaSHEk/s320/HIV-virus-WEB.jpg

           Penyakit AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Humman Immune Defiiency Virus) yang menyerang sistem imunitas atau kekebalan tubuh penderita. Saat ini penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ini lebih dikenal dengan istilah AIDS (Acquired Immuno Defenciency Syndrome). Saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya dan belum ada obat yang betul-betul dapat diandalkan.
            Seseorang yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan
semakin menurun. Dalam kurun waktu 5-7 tahun penderita nampaknya seperti orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase selanjutnya AIDS baru dapat terdiagnosis setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dan timbul penyakit tertentu seperti TBC, pneumonia, herpes, saraf terganggu, dan lain lain. Namun sebagai catatan tidak semua orang yang mengidap penyakit tersebut di atas pasti menderita AIDS. Faseini berlangsung 3-6 bulan. Untuk memastikan apakah seseorang positif AIDS atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan banyaknya sel T (salah satu sel darah putih yang berperan dalam imunitas) di laboratorium.

3) Keputihan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeYIyhv9M1ZOtk5h08lnB4ZjeYjZ5YiU2jVChm2lUAlxrTmnYMig2Dw3WMUhr646DgiyHX9NkClUw50EOU8if_3FTtZF9lWMWNVwve0erDEyUMb03R7KM-yY77JMR39lqm3HFMPn24gBY/s320/candida.jpg

Keputihan yaitu penyakit kelamin yang terjadi pada perempuan dengan ciri-ciri terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan pada bagian vagina. Cairan tersebut bersifat encer maupun kental, berbau tidak sedap dan bisa menyebabkan rasa gatal pada vagina. Penyakit ini bisa diakibatkan oleh infeksi jamur Candida albicans, bakteri, virus dan parasit. Penyakit ini dapat terjadi apabila kebersihan bagian vagina dan sekitarnya kurang dijaga dengan baik.


4) Epididimitis
Penyakit ini terjadi pada pria. Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit menular seksual. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri disertai pembengkakan pada salah satu testis. Salah satu penyebab terjadinya penyakit ini adalah perilaku seks bebas.

Bab 2 : Reproduksi Tumbuhan & Hewan
Reproduksi bertujuan supaya makhluk hidup dapat berkembang biak dan melahirkan keturunan yang sejenis supaya tidak mengalami kepunahan dan juga agar kelangsungan hidup terus berjalan. Reproduksi pada makhluk hidup terdiri dari reproduksi secara kawin (generatif) dan reproduksi secara tidak kawin (vegetatif). Ada dua contoh sistem reproduksi terhadap makhluk hidup, yaitu reproduksi terhadap hewan dan reproduksi terhadap tumbuhan.
1. Reproduksi pada hewan
Reproduksi pada hewan dapat terjadi secara kawin dan tidak kawin. Contohnya:
  1. Hydra bereproduksi secara kawin melalui pertemuan sel telur dan sperma dan secara tidak kawin melalui pembentukan tunas atau gemulae.
  2. Aurelia bereproduksi dengan pergiliran keturunan melalui generatif dan vegetatif.
  3. Cacing tanah bereproduksi dengan cara bagian-bagian tubuhnya akan tunbuh menjadi individu baru. Reproduksi tersebut disebut dengan fragmentasi.
  4. Belut yang bereproduksi dengan hermaprodit, karena memiliki 2 kelamin. Yaitu pada waktu muda berjenis kelamin betina dan pada saat tua berjenis kelamin jantan dan dapat membuahi belut betina.
2. Reproduksi pada tumbuhan
Tumbuhan dapat bereproduksi dengan cara vegetatif, generatif dan metagenesis.
  •   Tumbuhan yang bereproduksi tumbuhan dengan cara vegetatif, diantaranya:
  1. Umbi lapis. Lapisan luarnya biasanya dilapisi oleh sisik yang mirip kertas. Contohnya adalah bawang merah.
  2. Rimpang (Rhizome) adalah batang yang menjalar di bawah tanah. Contohnya kunyit, lengkuas dan bunga iris.
  3. Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bagian bawah tanah. Contohnya adalah kentang.
  4. Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Contohnya strawberi dan rumput teki.
  5. Tunas adventif adalah tunas yang muncul dari akar dan daun. Tumbuhan yang membentuk tunas dari akar yaitu kesemek dan tumbuhan yang membentuk tunas dari daun adalah cocor bebek.

  •   Tumbuhan yang bereproduksi tumbuhan dengan cara generatif secara bergantian (Metagenesis). Metagenesis dapat terjadi antara tumbuhan yang menghasilkan gamet dan spora. Contohnya yaitu ganggang.
  • Tumbuhan yang bereproduksi tumbuhan dengan cara generatif pada angiospermae dan gymnospermae. Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup, misalnya anggur, jeruk dan semangka. Organ reproduksinya berupa bunga. Bunga ada yang memiliki putik atau benag sari. Sedangkan gymnospermae adalah tumbuhan berbiji terbuka, misalnya pohon pinus. Organ reproduksinya adalah strobilus.

No comments:

Post a Comment