Bab 1 : Sistem Reproduksi pada Manusia
A. Pembelahan Sel
Pembelahan
sel itu sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada 3
alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk:
1. Pertumbuhan, Mahluk
hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel
dalam suatu makhluk hidup maka semakin besar ukuran mahkluk hidup itu.
2. Alasan
selanjutnya adalah untuk perbaikan. Saat kita mendapatkan luka, terjadi kerusakan pada jaringan. Nah,
perbaikan jaringan yang rusak pada
tubuh kita tersebut adalah hasil dari proses
pembelahan sel.
3. Alasan
terakhir sel mengalami pembelahan adalah untuk reproduksi. Reproduksi atau
perkembangbiakan adalah ciri lain dari makhluk hidup. Pada proses
reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru
(anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara
pembelahan sel.
Menurut
teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah adasebelumnya (omnis
cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh RudolfVirchow pada tahun
1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada
sebelumnya dapat terjadi melalui prosespembelahan sel. Pembelahan sel dibedakan
menjadi pembelahanmitosis dan meiosis. Pembelahan mitosis terjadi pada
sel-sel tubuh(sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini, dihasilkan
selanak yang mempunyai kromosom yang jumlahnya sama dengankromosom sel induk.
Pembelahan secara meiosis hanya terjadi pada organ kelamin. Pembelahan ini
berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur dan sel sperma). Melalui
pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom setengah
dari kromosom sel induk.
1. Pembelahan Mitosis
Pembelahan
mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan. Sel
anakan tersebut mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel
induk. Artinya, kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika
yang sama, termasuk dalam jumlah kromosomnya.
Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut
dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya
berpasangan (2n).
Pembelahan
mitosis merupakan proses yang berkesinambungan yang ter diri atas empat
fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dantelofase.
Setiap fase pembelahan tersebut memiliki ciriciri yang berbeda. Pada tahap
akhir dari pembelahan mitosis yaitu fase telofase, umumnyaselalu diikuti dengan
pembelahan sitoplasma yang disebut dengansitokinesis. Pada saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan
yangberfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan.
2. Pembelahan Meiosis
Pembelahan
meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang
masing-masing sel anakan hanya memiliki separuh darijumlah kromosom sel induk.
Dapat dikatakan bahwa jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah
n atau disebut denganhaploid. Oleh karena itu, meiosis disebut
sebagai pembelahan reduksi.
Berbeda
dengan mitosis, pembelahan meiosis berlangsung dalam 2 tingkat yaitu
meiosis I dan meiosis II. Meskipun demikian, fase-fase pembelahan meiosis
mirip dengan fase-fase pembelahan
mitosis.
B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi pada
Manusia
1. Oran Reproduksi pada Laki-laki
Alat reproduksi atau alat kelamin
laki-laki dapat dibedakan menjadi
alat kelamin luar dan alat kelamin
dalam.
a. Alat
Kelamin Luar
Alat
kelamin luar merupakan alat kelamin yang terletak padabagian luar tubuh dan
dapat diamati secara langsung.
1) Penis
Penis
berfungsi sebagai saluran kencing (urin) dan sebagai saluran sperma.
Penis terbentuk dari otot dan tidakmengandung tulang. Pada ujung penis terdapat
struktur seperti lipatan kulit yang disebut kulup (prepuce). Kulup inilah
yang dipotong saat seseorang dikhitan.
2) Skrotum
Pada bagian di dekat penis terdapat kantung yang terlihat seperti lipatan-lipatan kulit namanya skrotum. Pada skrotum tersebut terdapat dua buah (sepasang) testis atau buah zakar yang berbentuk bulat telur. Skrotum juga berfungsi menjaga suhu testis agar sesuai untuk produksi sperma.
b. Alat Kelamin Dalam
Alat
kelamin dalam merupakan alat kelamin yang terletak pada bagian dalam tubuh
dan tidak dapat diamati secara langsung. Alat kelamin dalam antara lain
terdiri dari testis, saluran sperma, uretra, dan kelenjar reproduksi.
1) Testis
Testis
merupakan organ reproduksi yang berbentuk bulat telur, berjumlah dua buah
(1 pasang) dan terdapat dalam skrotum. Pada saat laki-laki be usia 13 atau 14 tahun testis mulai memproduksi sperma atau
sel kelamin jantan danhormon testosteron. Sperma
merupakan sel tunggal yang mempunyai ekor dan kepala yang merupakan sel
kelamin bagi laki-laki. Sedangkan, hormone testosteron pada anak laki-laki yaitu membesarnya
jakun dan tumbuhnya rambut pada tempat-tempat tertentu misalnya kumis. Masa ini disebut masa pubertas. Masa
pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami pematangan fungsi
seksual yang disertai perubahan
fisik dan psikis.
2) Saluran Sperma
Sperma yang dihasilkan di dalam testis akan keluar melalui
epididimis. Epididimis merupakan saluran yang keluar dari testis.
Pada
saluran ini sperma disimpan sementara waktu sampaiberkembang dengan sempurna, dan dapat bergerak menuju
saluran berikutnya yaitu vas deferens. Vas deferens merupakan
saluran yang menghubungkan epididimis dan uretra serta berfungsi sebagai
saluran sperma menuju uretra.
3) Uretra
Uretra
merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi laki-laki yang
terdapat di dalam penis. Uretra selain berfungsi sebagai saluran keluarnya
sperma juga berfungsi sebagai saluran keluarnya urin. Proses keluarnya
sperma ini dikenal dengan
istilah ejakulasi.
4) Kelenjar Reproduksi
Kelenjar
reproduksi berfungsi untuk memproduksi getah atau cairan yang nantinya
bercampur dengan sel sperma menjadi air mani atau semen. Kelenjar
reproduksi pada laki-laki terdiri atas berikut ini.
a) Vesikula Seminalis
Vesikula
seminalis merupakan struktur yang berbentuk seperti kantung kusut kecil
(±5 cm) yang terletak di belakang (posterior) dari kantung kemih. Kelenjar
ini menghasilkan zat yang bersi fat basa (alkali), fruktosa (gula
monosakarida), hormon prostaglandin, dan protein pembekuan.
b) Kelenjar Prostat
Kelenjar
prostat berfungsi menghasilkan cairan keputih-putihan, sedikit asam (pH
6,5) dan mengandung beberapa zat yaitu: 1) asam sitrat yang digunakan
untuk menghasilkan energi (ATP); 2) beberapa enzim, yaitu pepsinogen,
lisozim, dan amilase; 3) seminal plasmin yang berfungsi sebagai antibiotik
untuk membunuh bakteri dalam saluranreproduksi.
c) Kelenjar Cowper (Bulbouretra)
Kelenjar
Cowper menghasilkan lendir dan cairan bersifat basa yang berfungsi
melindungi sperma dengan cara menetralkan urin yang memiliki pH asam yang
tersisa dalam uretra serta melapisi uretra sehingga mengurangi sperma yang
rusak selama ejakulasi. Sperma yang dihasilkan testis akan bercampur
dengan getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar–kelenjar reproduksi
sehingga terbentuk suatu suspense (campuran antara zat cair dan zat padat)
yang disebut semen (air mani). Semen ini lah yang dikeluarkan melalui
uretra. Pada umumnya volume semen yang dikeluarkan sebesar 2,5-5 mililiter
(mL). Tiap 1 mililiterterkandung 50-150 juta sel sperma. Dari jutaan sel sperma
tersebut nantinya hanya 1 (satu) sel sperma yang akan berhasil membuahi
sel telur.
2. Spermatogenesis
Tanda bahwa sistem reproduksi pada
laki-laki telah matangadalah keluarnya air mani dari penis. Biasanya, air mani
tersebutkeluar pada saat anak laki-laki mengalami mimpi basah. Mimpi basah pada
umumnya terjadi saat berumur antara 10 – 14 tahun.Air mani merupakan campuran
sel-sel sperma dengan getah-getah yang dikeluarkan oleh kelenjar
reproduksi. Proses pembentukan sperma terjadi di dalam testis. Proses
pembentukan sperma disebut dengan spermatogenesis. Pembentukan
sel sperma terjadi di dalam tubulus seminiferus. Kata “tubulus” berasal
dari kata “tubula” yang artinya saluran, sedangkan kata “seminiferus”
berasal dari kata “semen” yang artinya sperma.
Jadi
tubulus seminiferus adalah saluran panjang yang berkelok-kelok tempat
pembentukan sperma. Kumpulan tubulus inilah sebenarnya struktur yang
membentuk testis.
Proses pembentukan sperma pada saluran
tersebut terjadi secara bertahap. Diawali dari sel induk sperma atauspermatogonium yang bersifat
diploid (2n). Selanjutnya, sel spermatogonium mengalami pembelahan secara
mitosis maupun meiosis dan mengalami diferensiasi atau perkembangan
sehingga terbentuk sel sperma atau spermatozoa yang memiliki ekor. Sel sperma yang terbentuk tersebut
bersifat haploid (n).
3. Organ Reproduksi pada Perempuan
Alat reproduksi atau alat kelamin perempuan juga dapat dibedakan
menjadi
alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.
a. Alat Kelamin Luar
Alat
kelamin perempuan yang terletak di luar yaitu vulva, labium, dan saluran
kelamin. Vulva yaitu
suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita yang dibatasi oleh
sepasang bibir (kanan dan kiri). Kedua bibir ini disebut dengan labium. Kedalam vulva bermuara dua saluran,
yaitu saluran urine dan saluran kelamin (vagina).
b. Alat Kelamin Dalam
Alat
kelamin dalam perempuan antara lain terdiri atas ovarium, saluran
kelamin, dan vagina.
1) Ovarium
Ovarium
atau indung telur merupakan organ reproduksi perempuan yang terletak di
sebelah kiri dan kanan rongga perut bagian bawah. Ovarium berjumlah
sepasang dan memiliki bentuk seperti telur dengan ukuran 4 cm x 3 cm x 2
cm. Di dalam ovarium terdapat kumpulan sel yang disebut folikel. Di dalam
folikel inilah sel telur atau ovum berkembang. Sel-sel oosit (calon sel
telur) berkembang sejak awal kehidupan seorang perempuan dan mencapai
kematangan setelah pubertas. Folikel ini juga menghasilkan hormon
perempuan yaitu estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron
berperan mengatur siklus menstruasi. Hormon ini juga mengatur perkembangan
ciri-ciri kelamin
sekunder pada perempuan. Ciri kelamin sekundertersebut antara lain, semakin
besarnya pinggul, tumbuhnyarambut pada bagian tertentu, berkembangnya payudara,
semakin aktifnya kelenjar minyak dan kelenjar keringat yang dapat
memicu munculnya jerawat. Pada setiap bulan, sel telur
yang telah matang dilepaskan dari ovarium. Proses pelepasan sel telur
dari indung telur ini disebut ovulasi.
Selanjutnya sel telur tersebut akan ditangkap
dan kemudian akan bergerak ke saluran telur (tuba fallopi). Saat
ini kalian telah mengetahui bahwa jumlah ovarium yang dimiliki oleh pe rem
puan ada dua buah. Biasanya setiap ovarium akan bergiliran melepaskan ovum
(telur) setiap bulannya. Akan tetapi, jika salah satu ovarium tidak ada
atau tidak berfungsi,
misalnya
karena diangkat melalui proses operasi, maka ovarium lainnya akan terus
melepaskan sel telur.
2) Saluran Kelamin
Saluran
kelamin perempuan terdiri atas saluran telur atautuba fallopi, uterus,
dan vagina.
a) Saluran Telur (Tuba Fallopi)
Saluran
telur (tuba fallopi) atau oviduk berjumlah sepasang, yaitu kanan
dan kiri yang memanjang ke arah samping dari uterus. Panjang tuba
fallopi ini sekitar 10 cm. Saluran telur berakhir dalam
struktur berbentuk corong yang disebut infun dibulum, yang ditutupi fimbriae.
Fimbriae menangkap sel telur yang dilepaskan oleh ovarium. Fungsi saluran
telur membawa sel telur dari infudibulum ke rahim. Pada sa luran telur
inilah terjadi fertilisasi atau pembuahan. Setelah terjadi fertilisasi,
saluran telur akan menyalurkan zigot (hasil fertilisasi) menuju uterus
atau rahim.
b) Rahim (Uterus)
Uterus
atau rahim merupakan organ yang memiliki dinding yang tebal, memiliki
bentuk seperti buah pir yang terbalik. Secara normal, rahim terletak di
atas kantung kemih. Rahim juga berfungsi sebagai tempat perkembangan
janin. Pada saat tidak hamil, rahim memiliki ukuran 5 cm. Pada saat hamil,
rahim mampu me ngembang hingga 30 cm, ukurannya menyesuaikan dengan
perkembangan bayi. Dinding rahim (endometrium)
memiliki peranan da lam pembentukan plasenta. Plasenta merupakan organ yang menyuplai nutrisi yang dibutuhkan
bayi selama perkembangannya. Pada perempuan yang tidak hamil, ketebalan
dinding rahim bervariasi selama siklus menstruasi bulanan yang akan
dibahas lebih lanjut pada bagian berikutnya.
c) Vagina
Vagina
merupakan saluran yang menghubungkan lingkungan luar dengan rahim. Vagina
tersusun atas otot-otot yang elastis, dilapisi selaput membran, yang
disebut selaput dara (hymen). Saluran ini menghubungkan antara
lingkungan luar dengan rahim. Saluran yang menghubungkan vagina dengan
rahim adalah serviks leher rahim. Vagina selain berfungsi sebagai organ
reproduksi juga berfungsi sebagai saluran untuk aliran darah menstruasi
dari rahim dan jalan lahir bayi. Pada saat bayi akan lahir terjadi
kontraksi otot-otot pada dinding rahim. Kontraksi inilah yang akan
menyebabkan bayi terdorong ke jalan lahir (vagina).
Selaput dara
merupakan selaput tipis yang tersusun atas pembuluh darah. Selaput dara
tersebut dapat robek karena aktivitas yang membahayakan.
4. Oogenesis
Oogenesis merupakan
proses pembentukan sel kelamin perempuan yaitu sel telur atau ovum dan
terjadi di dalam organ yang disebut ovarium. Berbeda dengan spermatogenesis
yang dimulai ketika anak laki-laki mulai puber. Oogenesis di mulai sebelum
anak perempuan lahir. Pada
saat baru lahir, anak perempuan sudah memiliki bakal sel ovum (sel
primordial) sebanyak 200.000 hingga 2.000.000, namun hanya sekitar 40.000
yang tersisa saat anak perempuan puber dan hanya 400yang akan matang atau
berkembang sempurna. Sel telur yang matang diovulasikan (dikeluarkan dari
ovarium) selama siklus reproduksi perempuan.
Didalam
ovarium terdapat folikel yang berukuran kecil dengan calon bakal sel telur
didalamnya. Folikel dan bakal sel telur tersebut berkembang semakin besar. Setelah
matang sel telur akan dikeluarkan dari ovarium.
Proses oogenesis
dimulai saat seorang perempuan berada dalam kandungan. Sel primordial akan
membelah secara mitosis membentuk oogonium atau sel induk telur yang
bersifat diploid (2n). Selanjutnya, akan terjadi pembelahan secara
bertahap baik pembelahan mitosis maupun meiosis. Pada akhir peristiwa
oogenesis, dari satu sel induk telur (oogonium) akan dihasilkan satu sel
telur (ovum) yang bersifat haploid (n) dan tiga badan polar (polosit)
5. Siklus Menstruasi
Menstruasi merupakan suatu ke adaan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Apabila seorang perempuan mengalami menstruasi maka akan keluar darah melalui vaginanya. Menstruasi ini biasanya terjadi satu bulan sekali. Siklus
menstruasi
akan terjadi apabila sel telur yang dihasilkan oleh ovarium,
tidak
di buahi oleh sel sperma.
Pada umumnya satu siklus menstruasi
berlangsung selama 28 hari. Akan tetapi, ada perempuan yang mengalami
siklus menstruasi pendek dan panjang. Seorang perempuan yang mengalami
siklus menstruasi pendek, siklus menstruasinya akan berlangsung selama ±
18 hari. Seorang perempuan yang mengalami siklus menstruasi panjang,
siklus menstruasinya akan berlangsung selama ± 40 hari.
Siklus
menstruasi dibagi menjadi tiga fase. Fase
pertama adalah fase menstruasi,
pada fase ini hormon FSH (follicle
stimulating hormone) memicu berkembangya folikel dalam ovarium. Hormon
FSH adalah hoemon yan dihasilkan oleh kelenjar
oituitari atau hipofisis. Kelenjar tersebut terletak di otak
bagian depan. Pada fase ini, dinding rahim luruh dan seorang perempuan
mengalami menstruasi.
Pada proses perkembangan folikel, ada
beberapa folikel yang berkembang, namun hanya ada satu folikel yang dapat
terus berkembang tiap bulannya. Pada awal perkembangannya, folikel
menghasilkan hormon estrogen dan
hormon progesteron. Hormon
estrogen dan progesteron ini akan memicu dinding rahim untuk menebal.
Pada saat ini dinding rahim sedang mengalami fase proliferasi.
Tujuan dari menebalnya dinding rahim adalah untuk mempersiapkan
tempat melekatnya embrio apabila sel telur dibuahi oleh sperma. Fungsi
lain dari hormon estrogen adalah memicu kembali kelenjar pituitari
untuk menghasilkan hormon FSH dan LH (leuteinizing hormone).
Hormon LH terus diproduksi dan meningkat secara mendadak.
Peningkatan hormon LH ini akan memicu pengeluaran sel telur dari folikel
yang telah matang, proses ini disebut ovulasi.
Fase ketiga adalah fase sekretori. Folikel yang telah
melepaskan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang
telah diovulasikan akan ditangkap oleh fimbriae dan akan
bergerak menuju ruba fallopi tuba fallopi. Jika pada saat itu sel
telur tidak dibuahi oleh sperma (tidak terjadi fertilisasi), maka akan
dikirimkan sinyal tertentu pada korpus luteum untuk
tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron lagi. Dengan demikian,
pada fase ini jumlah hormon estrogen dan progesteron pada perempuan
rendah. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan
penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding
rahim pecah, sehingga perempuan akan mengalami menstruasi.
6. Fertilisasi dan Kehamilan
Apabila ada sel sperma yang masuk ke dalam saluran reproduksi perempuan, sel sperma tersebut akan bergerak menuju sel telur. Apabila telah bertemu dengan sel telur, bagian kepala sperma akan masuk ke dalam sel telur dan meninggalkan bagian ekornya di luar sel telur. Proses inilah yang mengawali terjadinya fertilisasi. Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot. Proses fertilisasi ini terjadi di dalam tuba fallopi.
Sel sperma
bergerak menuju sel telur dengan
menggunakan flagela yang bergerak memutar sebagai baling-baling untuk
menggerakan tubuh dalam cairan yang ada pada tuba fallopi untuk menuju sel
telir. Gerakan flagela ini dapat dianalogikan dengan baling-baling untuk
mendorong perahu.
Sel sperma dapat
menemukan lokasi sel telur dengan beberapa
mekanisme. Sel sperma dapat menemukan lokasi
sel telur karena sel telur menghasilkan senyawa kimia
berupa hormon progesteron. Selain itu, juga karena adanya sensor panas
(suhutuba fallopi atau tempat sel telur ber ada, lebih tinggi
di bandingkan suhu tempat penyimpanan sperma).
Zigot yang terbentuk setelah terjadinya
fertilisasi akan melakukan pembelahan, selanjutnya berkembang menjadi
embrio yang akan menuju ke rahim kemudian tertanam (implantasi) ke
dalam endometrium. Pada kondisi ini seseorang mengalami kehamilan.
1. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Sistem
reproduksi sangat rawan terhadap kelainan dan penyakit. Kelainan dan
penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh bakteri, jamur,
maupun virus. Kelainan dan penyakit ini dapat ditularkan dari orang tua
(yang terinfeksi) ke pada anaknya, akibat transfusi darah yang terinfeksi,
ditularkan akibat gaya hidup yang tidak baik seperti gaya hidup seks bebas
dan menggunakan jarum suntik untuk obat terlarang atau narkoba. Berikut ini akan dibahas beberapa
kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.
1) Gonorhoe (GO)
Penyaki Gonorhoe disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta keputihan berwarna kuning hijau pada wanita. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada bayi yang baru lahir.
2) Sifilis (Raja Singa)
Sifilis adalah
penyakit menular yang disebabkan oleh bakteriTreponema pallidum.
Gejala awal penyakit ini adalah luka padatempat masuknya bakteri ke dalam
tubuh, biasanya pada daerah sekitar kelamin. Penyakit ini dapat menyebar
dan menyerang organorgan tubuh lainnya, kemudian menimbulkan kerusakan
pada organ tersebut.
3) Herpes Simplex Genitalis
Penyakit herpes simplex genitalis disebabkan oleh virusHerpes simplex tipe II, yang menyerang kulit di daerah genitalia luar, anus, dan vagina. Gejala penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Pada daerah tersebut kemudian timbul beberapa lepuh kecil-kecil, selanjutnya lepuh menjadi pecah danmenimbulkan luka. Penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering kambuh setelah beberapa bulan atau tahun.
4) HIV/ AIDS
Penyakit AIDS adalah penyakit yang disebabkan
oleh virus HIV (Humman Immune Defiiency Virus)
yang menyerang sistem imunitas atau kekebalan tubuh penderita. Saat ini
penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ini lebih dikenal dengan istilah
AIDS (Acquired Immuno Defenciency
Syndrome).
Saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya dan belum ada obat yang
betul-betul dapat diandalkan.
Seseorang
yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan
semakin
menurun. Dalam kurun waktu 5-7 tahun penderita nampaknya seperti orang
sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase selanjutnya AIDS baru dapat
terdiagnosis setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dan timbul penyakit
tertentu seperti TBC, pneumonia, herpes, saraf terganggu, dan lain lain.
Namun sebagai catatan tidak semua orang yang mengidap penyakit tersebut di
atas pasti menderita AIDS. Faseini berlangsung 3-6 bulan. Untuk memastikan
apakah seseorang positif AIDS atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan
banyaknya sel T (salah satu sel darah putih yang berperan dalam imunitas)
di laboratorium.
3) Keputihan
Keputihan yaitu penyakit kelamin yang terjadi pada perempuan dengan ciri-ciri terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan pada bagian vagina. Cairan tersebut bersifat encer maupun kental, berbau tidak sedap dan bisa menyebabkan rasa gatal pada vagina. Penyakit ini bisa diakibatkan oleh infeksi jamur Candida albicans, bakteri, virus dan parasit. Penyakit ini dapat terjadi apabila kebersihan bagian vagina dan sekitarnya kurang dijaga dengan baik.
4) Epididimitis
Penyakit
ini terjadi pada pria. Epididimitis adalah peradangan pada saluran
epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit
menular seksual. Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri disertai
pembengkakan pada salah satu testis. Salah satu penyebab terjadinya
penyakit ini adalah perilaku seks bebas.
Bab
2 : Reproduksi Tumbuhan & Hewan
Reproduksi
bertujuan supaya makhluk hidup dapat berkembang biak dan melahirkan keturunan
yang sejenis supaya tidak mengalami kepunahan dan juga agar kelangsungan hidup
terus berjalan. Reproduksi pada makhluk hidup terdiri dari reproduksi secara
kawin (generatif) dan reproduksi secara tidak kawin (vegetatif). Ada dua contoh
sistem reproduksi terhadap makhluk hidup, yaitu reproduksi terhadap hewan dan
reproduksi terhadap tumbuhan.
1.
Reproduksi pada hewan
Reproduksi
pada hewan dapat terjadi secara kawin dan tidak kawin. Contohnya:
- Hydra
bereproduksi secara kawin melalui pertemuan sel telur dan sperma dan
secara tidak kawin melalui pembentukan tunas atau gemulae.
- Aurelia
bereproduksi dengan pergiliran keturunan melalui generatif dan vegetatif.
- Cacing
tanah bereproduksi dengan cara bagian-bagian tubuhnya akan tunbuh menjadi
individu baru. Reproduksi tersebut disebut dengan fragmentasi.
- Belut
yang bereproduksi dengan hermaprodit, karena memiliki 2 kelamin. Yaitu
pada waktu muda berjenis kelamin betina dan pada saat tua berjenis kelamin
jantan dan dapat membuahi belut betina.
2. Reproduksi pada
tumbuhan
Tumbuhan dapat bereproduksi dengan cara vegetatif, generatif dan
metagenesis.
- Tumbuhan yang
bereproduksi tumbuhan dengan cara vegetatif, diantaranya:
- Umbi lapis. Lapisan luarnya
biasanya dilapisi oleh sisik yang mirip kertas. Contohnya adalah bawang
merah.
- Rimpang (Rhizome) adalah
batang yang menjalar di bawah tanah. Contohnya kunyit, lengkuas dan bunga
iris.
- Umbi batang adalah batang
yang tumbuh di bagian bawah tanah. Contohnya adalah kentang.
- Stolon adalah batang yang
menjalar di atas tanah. Contohnya strawberi dan rumput teki.
- Tunas adventif adalah tunas
yang muncul dari akar dan daun. Tumbuhan yang membentuk tunas dari akar
yaitu kesemek dan tumbuhan yang membentuk tunas dari daun adalah cocor
bebek.
- Tumbuhan yang
bereproduksi tumbuhan dengan cara generatif secara bergantian
(Metagenesis). Metagenesis dapat terjadi antara tumbuhan yang menghasilkan
gamet dan spora. Contohnya yaitu ganggang.
- Tumbuhan yang bereproduksi
tumbuhan dengan cara generatif pada angiospermae dan gymnospermae.
Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup, misalnya anggur, jeruk dan
semangka. Organ reproduksinya berupa bunga. Bunga ada yang memiliki putik
atau benag sari. Sedangkan gymnospermae adalah tumbuhan berbiji terbuka,
misalnya pohon pinus. Organ reproduksinya adalah strobilus.










No comments:
Post a Comment