Saturday, 13 February 2016

·       RINGKASAN MATERI AGAMA KATHOLIK
Bab 1 : Allah Berkehendak Menyelamatkan Semua Orang !
·         Keselamatan berasal dari bahasa Yunani yaitu sozo yang artinya menyelamtkan, membebaskan, mengawetkan, melestarikan, menyembuhkan. Keselamatan bagi manusia berarti menyembuhkan dari kematian atau mempertahankan hidup.
·         Bagaimana Pandangan Keselamatan Dalam Kitab Suci ?
Menurut Paulus:”Sebab kasih karunia, kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef. 2:8-9).
            Tanda kasih Allah adalah keselamatan dalam diri Yesus itu lebar, panjang, dalam dan tingginya lebih dari apapun jua di dunia ini (Ef. 3:18). Keselamatan mengandung 4 arti penting, yaitu   :
1.       Diselamatkan dari dosa &  perbudakan. (Roma 10:1 dan Kisah Para Rasul 7:25)
2.      Diselematkan dari kehancuran & penghinaan. (Ibrani 10:1)
3.      Diselamatkan dari tubuh yang menderita atau sakit (Kisah Para Rasul 3:6, 4:10)
4.      Diselamatkan dari segala kutuk dan maut, serta diselamatkan sampai dengan akhirnya. (Roma 13:11)
·         Contoh realita Karunia Keselamatan Allah
a)     Allah menyelamatkan manusia dengan menciptakan segala sesuatu
Contohnya adalah Allah mencipatakan tempat yang  istimewa bagi manusia seperti yang terdapat dalam Kej. 1-2)
b)     Allah menyelamatkan manusia dalam perjalanan hidupnya
Contohnya adalah ketika Allah memanggi Abraham(Kel 12:1-9), memberikannya keturunan ( Kej 18:1-15) dan tidak membiarkan umat-Nya kelaparan melalui Yusuf ( Kej 37-50), membebaskan umat-Nya melalui Musa,dll.
c)      Allah menyelamatkan manusia dengan menghadirkan sesama
Contohnya Allah menhadirkan oran tua, saudara, guru-guru, teman-teman, perawat, dokter, masyarakat,dsb bagi kita.
            Kehendak Allah untuk membuat manusia bahagia dan selamat tidak terputuskan oleh apapun dan semua dilakukan Allah tanpa pamrih.
·         Tanda Keselamatan Allah
            Tanda keselamatan Allah yang paling nyata dan agung adalah kehadiran Yesus Kristus . Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Oleh karana itu, Santo Paulus mengatakan, ”Barang siapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri” (Kol 1:19). Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia.
            Sama halnya dengan Yesus, kita juga dapat menjadi tanda keselamatan Allah bagi sesama kita. Kesediaan kita untuk menolong orang lain tanpa pandang bulu, mengasihi tanpa terkecuali, dapat menjadi tanda syukur kita akan keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita.
            Ada berebagai sarana bagi manusia untuk menghayati Allah sebagai sumber keselamatan, salah satunya dengan Sakramen Ekaristi karena dengan mengikutinya, kita disatukan dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Selain itu, Allah sebagai sumber keselamatan sejati, dapat dijumpai dan dirasakan melalui doa dan Kitab Suci.
            Karya keselamatan Allah pada manusia tetap berlangsung hingga sekarang dan sampai akhir zaman. Oleh karena itu, kita selayaknya menanggapi dengan berbuat kasih pada sesama sehingga dapat menjadi saran keselamatan Allah bagi orang lain di hidup kita.




BAB 2 : BERAGAMA DAN BERIMAN SEBAGAI TANGGAPAN ATAS KEHENDAK ALLAH !
·         Wahyu adalah pernyataan diri Allah terhadap manusia  (Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia). 
·         Unsur dari wahyu adalah mengenalkan/memperkenalkan, menunjukan, menghadirkan Diri dan kehendak-Nya (datang, mendekat/melawat, mendekatai, menyapa, menolong).
·         Iman adalah tanggapan manusia terhadap perwahyuan diri Allah. Penyerahan diri secara total kepada Allah dan kehendak-Nya. (Lih. Kejadian 22:15-19, Ayub 1: 20-22; Lukas 1 : 30-38).
·         Agama yang membutuhkan ungkapan-ungkapan yang obyektif seperti : Hidup mengumat (jemaat), Ibadah (ritual keagamaan), Ajara, Pelayanan kemasyarakatan.
·         Hidup manusia dalam beragam selalu bersifat dianamis, maksudnya manusia dapat bergerak semakin mengerti, memahami, menghayati dan mengaplikasikan ajaran imannya dalam kehidupan sehari-hari dan berkembang menuju perbaikan diri (Pertobatan).
Pandangan Umum tentang Definisi Agama
·         Agama adalah sesuatu yang melekat dalam diri seseoran, berupaungkapan dan  perwujudan keyakinan pribadi yang menuntun seseorang pada keselamatan kini dan nanti di akhirat. Dari dulu manusia sudah menyadari bahwa Allah merupakan sumber kepercayan kepada Allah yang menyelamatkan itu. Ungkapan kepercayaan yang dibuat manusia misalnya dalam bentuk ritual-ritual atau upacara-upacara keagamaan/kepercayaan.
·         Di Indonesia terdapat 6 Agama : Katholik,Kristen,Islam,Budha,Hindu dan Konghucu

Berikut ini merupakan alasan/motivasi yang muncul saat manusia menganut suatu agama   :
·         Mencari perlindungan (rasa aman) bagi hidupnya
·         Menemukan jawaban atas persoalan hidup
·         Menemukan arti/makna hidup
·         Sebagai pedoman dalam menentukan tindakan yang baik
·         Memuaskan kerinduan akan masa depan yang lebih baik
Agama menjadi sarana bagi manusia untuk mengenal dan membangun relasi yang akrab dengan Tuhan Yang  Maha Esa dan juga dengan sesama manusia beserta lingkungannya.  Namun, tidak semua orang mampu menghayati hidup beragama secara benar. Beberapa penghayatan yang tidak benar    :
·         Menjalani hidup beragama hanya sebatas hal-hal lahiriah
·         Beragama KTP (beragama dirasa cukup jika mencantumkan identitas agama yang dianut dalam KTP)
·         Beragama hanya menjalankan perintah-perintah dari pemimpin agam saja
·         Menyalahgunakan untuk pentingan diri-sendiri atau kelompoknya
·         Menjadikan agama untuk kepentingan politis, dsb.
Tujuan manusia beragama
·         Menemukan rasa aman ketika menghadapi kesulitan di dalam hidup
·         Untuk memperoleh arti hidup
·         Untuk pedoman dalam menentukan tindakan yang baik
Penghayati nilai-nilai hidup beragama yang tidak benar akan menimbulkan sikap munafik, fanatisme sempit dan munculnya berbagai bentuk tindakan manusia yang tidak baik ,misalnya pelanggaran-pelanggaran hukum, pelanggaran HAM, pelanggaran kemanusiaan, korupsi, dsb.

BAB 3 : BERIMAN KRISTIANI
Menjadi katolik artinya menerima dengan iman, wahyu Tuhan dan undangan dalam persatuan dengan-Nya. Sebagai murid Kristus, kita tidak hanya mengikuti sebuah buku, tetapi Seorang Pribadi  Yesus Kristus sendiri, itulah sebabanya kita disebut sebagai “Christ-ian” atau Kristiani/Kristen. Karena kasih-Nya yang sempurna inilah, Kristus ingin terus tinggal di tengah kita dan bersekutu/bersatu dengan kita. Sebab kasih selalu menginginkan kebersamaan. Kristus menghendaki kebersamaan dan persekutuan antara kita dengan Dia, atas dasar kasih dan kebenaran, sebab Ia Allah yang adalah Sang Kasih (1 Yoh 4:8) dan Kebenaran (Yoh 14:6). Maka menjadi Katolik adalah menjadi seorang Kristiani sebab seorang Kristiani sudah seharusnya menerima segala yang diwahyukan Allah di dalam Kristus.

Iman Terdapat 2 Unsur :
·         Unsur pribadi, yaitu percaya kepada Allah, akan segala kasih dan kebijaksanaan-Nya, sehingga kita mau menyerahkan diri kita tanpa syarat kepada-Nya.
·         Unsur obyektif, yaitu kita percaya akan isi wahyu yang diberikan Tuhan, memegangnya sebagai sesuatu yang ilahi.

Makna Beriman apa saja sih ?
1.       Beriman tidak hanya sekedar tahu atau percaya, melainkan berani melakukan apa yang diketahuinya dan dipercayainya.
2.      Beriman kepada Allah berarti menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah
3.      Penyerahan diri secara total muncul berdasarkan keyakinan bahwa Allah pasti memberikan dan melakukan yang terbaik bagi manusia. Yang dikehendaki Allah semata-mata adalah kebahagiaan dan keselamatan manusia.
4.      Sikap penyerahan diri secara total tersebut memungkinkan manusia tidak tawar menawar apalagi memaksakan kehendaknya, tidak ragu-ragu

      Manfaat Beriman ada apa saja sih ? yuk
Manfaat beriman bagi manusia antara lain: tidak was-was atau khawatir akan hidup yang sedang dijalani, dekat dengan Allah sehingga merasa bahagia, damai, aman, tenang, dan optimis dalam menata hidup. Dengan beriman, kita juga memiliki kekuatan dan keberanian dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya.

Aspek-Aspek Beriman :
1.       Iman adalah rahmat
2.      Iman adalah anugerah dari Tuhan
3.      Iman itu personal/pribadi
4.      Beriman itu ada prosesnya
5.      Iman berkembang dalam kebersamaan dengan orang lain.

Bab 4 : Mewujudkan Iman Kristiani dalam Hidup Sehari-hari
Orang beriman Kristiani sejati adalah orang yang hidup dan tindakannya senantiasa diwarnai dan dimotivasi oleh iman Kristianinya, dan bukan sekedar oleh alasan keaamaan yang cenderung lahiriah. Seorang yang beriman Kristiani adalah seorang yang religius, yaitu orang yang selalu menyadarkan hidupnya pada Kristus dan menyadari bahwa seluruh pristiwa hidupnya merupakan karya Kristus yang menyelamatkan.
Pengertian Iman
Iman adalah penyerahan diri secara total (menyeluruh) kepada kehendak Allah. Iman juga bisa diartikan sebagai hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus. Sifat-sifat iman adalah :
·         Mengatur manusia kepada keselamatan
·         Iman yang hidup
·         Iman yang dihayati dan diamalkan
·         Iman yang berbuah banyak
·         Segala tindakan kita akhirnya merupakan bukti pengungkapan dan perwujudan iman

Aspek-aspek Hidup beriman Kristiani
Pengalaman religius sebagai orang kristiani adalah pengalaman di mana manusia sungguh menghayati karya dan kebaikan Allah yang berpuncak dalam diri Yesus Kristus, dan karena pengalaman itu manusia sampai pada kemauan bebas untuk menyerahkan diri kepada Kristus.
Penyerahan iman adalah jawaban atas wahyu Allah yang telah berkarya. Dengan adanya penyerahan iman oran tidak saja mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan tetapi juga mewujudkan tindakan atau perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya.
Pengetahuan iman seorang kristiani juga dituntut terus-menerus untuk semakin mampu mempertanggungjawabkan imannya.
Kekhasan iman Kristiani
Kekhasannya terletak pada pribadi Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus tidak hanya diimani sebagai nabi ututsan Allah, tetapi juga sebagai ‘perantara antara Allah dan manusia’ . Oleh karena itu, orang yang beriman Kristiani sejati adalah orang yang hidup dan tindakanya diwarnai dan dimotivasi oleh iman Kristiani ini dan bukannya oleh alasan keagamaan yang cenderung lahiriah.
Iman Kristiani dirumuskan secara singkat dalam syahadat. Ada dua jenis syahadat, yakni syahadat panjang dan pendek. Keduanya memiliki inti yang sama, tetapi rumusannya berbeda. Seorang yang beriman Kristiani adalah orang yang religius, yaitu orang yang selalu menyandarkan hidupnya pada Kristus dan menyadari bahwa seluruh peistiwa hidupnya adalah karya Kristus yang menyelamatkan.

BAB 5 : HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
APA ISTIMEWANYA MENJADI SEORANG KATOLIK? Kadang-kadang membingungkan. Semua orang yang percaya kepada Yesus disebut orang Kristen. Jadi, mungkin juga tidak ada bedanya kamu pergi ke gereja yang mana. Lalu, apa istimewanya menjadi seorang Katolik? Mengapa kamu mau menjadi seorang Katolik? Mari kita temukan jawabnya.
Saya Seorang KatolikK
:
Kristus sendiri yang mendirikan Gereja. Sebagai gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, Gereja Katolik telah berumur lebih dari 2000 tahun (usianya lebih panjang dari Gereja Kristen mana pun!).
A
:
Apostolik. Hidup Yesus sendiri diberikan kepada kita melalui sakramen-sakramen, ajaran-ajaran Gereja dan melalui pewartaan-pewartaan yang disampaikan oleh para biarawan, biarawati maupun kaum awam.
T
:
Tujuh Sakramen diwariskan oleh Yesus kepada Gereja.
O
:
rOh Kudus telah dikaruniakan oleh Yesus yang Mahapengasih kepada kita untuk membimbing kita masing-masing agar kita dengan segenap hati hidup seturut teladan Yesus.
http://yesaya.indocell.net/1x1.gif
L
:
Lestari. Gereja Katolik telah menerima janji Roh Kudus bahwa Ia akan senantiasa memeliharanya dalam kebenaran.
I
:
"Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu." Dalam Gereja Katolik, Hosti selalu ditahtakan dalam Tabernakel, artinya Yesus senantiasa hadir dalam gereja kita. Kita dapat pergi dan berdoa kepada-Nya kapan saja kita mau.
K
:
Kristus bekerja melalui Gereja bagi keselamatan seluruh umat manusia karena Ia mengasihi semua orang.
http://yesaya.indocell.net/1x1.gif
Nah, sebagai permulaan, di atas itu adalah tujuh alasan penting mengapa kita memilih menjadi seorang Katolik.  

sumber : My Friend; St. Thomas Corner; www.daughtersofstpaul.com/myfriend

 http://yesaya.indocell.net/1x1.gif
APA KEWAJIBAN KITA SEBAGAI SEORANG KATOLIK? Kalian adalah anggota dari kelompok yang paling tua, paling besar dan paling mengagumkan di dunia! Kamu seorang Katolik Roma. Kalian menjadi Katolik ketika kalian dibaptis. Tetapi apakah yang harus kalian lakukan agar dapat menjadi seorang Katolik yang taat?

Lima Perintah Gereja* adalah kewajiban dasar seorang Katolik yang taat, yaitu:

1.
Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu.
2.
Ikutlah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan,
dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.
3.
Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan.
4.
Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.
5.
Sambutlah Tubuh Tuhan pada masa Paskah.
http://yesaya.indocell.net/1x1.gif

Itulah kewajiban “minimum” seorang Katolik. Tidak seorang pun diharapkan menjadi seorang yang “minimum”. Oleh karena itu, berjuanglah semaksimal mungkin untuk menjadi seorang Katolik yang terbaik.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com; * disesuaikan dengan buku Puji Syukur; Komisi Liturgi KWI


 http://yesaya.indocell.net/1x1.gif
APA HAK-HAK KITA SEBAGAI SEORANG KATOLIK? Kelima Perintah Gereja adalah pedoman bagi kita untuk menjalankan kewajiban kita sebagai seorang Katolik yang taat. Ya, tentu saja orang lebih sering mengatakan kepada kita apa-apa saja yang HARUS kita lakukan, tetapi bagaimana dengan hak-hak kita?  

Sesungguhnya, bagi seorang Katolik lebih banyak hal-hal menyenangkan yang didapatkan dibandingkan kewajiban yang harus dilakukan. Kita mempunyai jaminan untuk tiga hal terpenting dalam hidup: Keluarga, Dukungan dan Kebahagiaan.


Yesus Menghantarku ke SorgaKELUARGA
Kebanyakan remaja ingin menjadi bagian dari suatu kelompok teman sebaya. Hanya sedikit saja yang senang menyendiri, tetapi bahkan seorang penyendiri pun mempunyai teman-teman. Cara kita berpakaian, cara kita berbicara, serta cara kita melakukan sesuatu membantu kita merasa bahwa kita bagian dari suatu kelompok tertentu. Untuk alasan itulah sebagian remaja menjadi anggota suatu kelompok/gang. Kita ingin menjadi bagian dari apa yang kita anggap sebagai kelompok yang “tepat” - setidak-tidaknya yang kita anggap “tepat” bagi kita. Sebagai seorang Katolik kita menjadi bagian dari suatu kelompok terbesar dan tertua umurnya di dunia. Coba bertanyalah kepada mereka yang menghadiri perayaan World Youth Day (Hari Kaum Muda Sedunia), apakah mereka merasa sebagai bagian dari keluarga Katolik. Anak-anak serta remaja dari seluruh dunia datang untuk ambil bagian. Tak seorang pun dari mereka yang diperlakukan sebagai “orang luar”.

DUKUNGAN
Beberapa tahun yang lalu saya membeli sebuah agenda elektonik - sejenis barang yang berguna untuk membantu kita mengingatkan pertemuan-pertemuan dan nomer-nomer telepon. Agenda itu bahkan dapat menyampaikan informasi-informasinya ke komputer saya. Tahun lalu saya menganti sistem operasi di komputer saya ke “Windows ME”. Tahukah kalian apa yang terjadi? Agenda tersebut tidak dapat bekerja dengan sistem yang baru. Saya minta “tolong” kepada Microsoft. Mereka mengatakan, “Maaf, kami tidak dapat menolong.” Hanya itu yang dapat mereka lakukan.  

Tidak demikian halnya dengan Gereja Katolik. Kalian selalu dapat memperoleh pertolongan untuk masalah apa pun yang kalian hadapi. Kalian dapat pergi kepada seorang imam untuk minta pertolongan. Dan kalian pasti akan DIPERHATIKAN. Jika imam tersebut tidak dapat menolongmu, ia akan meminta pertolongan Bapa Uskup. Jika Bapa Uskup juga tidak dapat menolongmu, ia akan meminta pertolongan Bapa Paus. Coba apakah bisa seperti itu dengan Microsoft!

KEBAHAGIAAN
Ada banyak hal lain yang menyenangkan menjadi seorang Katolik, tetapi yang paling menyenangkan ialah bahwa kita sepenuhnya DIJAMIN untuk memperoleh KEBAHAGIAAN abadi selamanya. Kalian tidak perlu menduga-duga bagaimana kita dapat sampai ke sorga atau bertanya-tanya “apakah kita telah diselamatkan.” Sakramen-sakramen serta ajaran-ajaran Gereja Katolik yang telah berumur 2000 tahun itu yang akan membawamu ke sorga. Banyak orang yang akan masuk ke surga juga, tetapi mereka harus menanggung beban mereka di atas pundak mereka sendiri. Dalam Gereja Katolik kita memiliki peta jalan yang sempurna (ajaran-ajaran kita) dan seorang pilot yang sempurna, yaitu Paus.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


 http://yesaya.indocell.net/1x1.gif
http://yesaya.indocell.net/2a84b4fd0.jpgMENGAPA SAYA HARUS PERGI KE GEREJA? Ketika kalian beranjak dewasa, kalian menjadi sadar bahwa kalian dapat dan harus mempunyai lebih banyak kebebasan untuk menentukan pilihan kalian sendiri. Sayang sekali, kalian tergesa-gesa ingin disebut mandiri, karenanya kalian kerapkali menolak pendapat atau pun norma-norma yang selama ini diterapkan oleh orangtuamu. Ini wajar, tetapi sesungguhnya tindakan seperti ini bukan tindakan yang cerdik. Kemungkinan kamu malah ikut membuang banyak hal-hal baik yang sepatutnya tetap kamu pegang. Orangtuamu menerapkan cara yang mereka pakai sekarang ini setelah mengalami begitu banyak pengalaman, termasuk yang menyakitkan. Mereka ingin menghindarkan kamu dari kemalangan yang pernah mereka sendiri rasakan.

Agama menjelaskan kepada kita mengapa kita ada di dunia ini serta seperti apa kehidupan kita kelak. Dalam agama kita menemukan kepercayaan serta tolok ukur yang pasti, yang demi membela kebenarannya banyak orang telah berjuang dan wafat. Iman menjelaskan tentang hidup dan bagaimana mendapatkan yang terbaik darinya. Setiap kali kamu berhubungan dengan sesuatu yang menyangkut manusia, hal-hal yang buruk dapat saja terjadi. Gereja Katolik memiliki jaminan yang pasti untuk melindungi kamu dari hal-hal yang buruk itu. Perlindungan itu diberikan kepada kita dalam bentuk kredo (kredo = pokok-pokok iman) dan ajaran-ajaran dari Bapa Suci serta para Uskup, yang mereka terima dari Tuhan.

Salah satu gagasan yang terpenting adalah agama itu merupakan sesuatu yang kita lakukan bersama. Bukan pribadi, tetapi sosial. Dengan pergi ke gereja kita dapat selalu menjaga serta membina hubungan baik dengan saudara-saudara seiman. Kita memang boleh memiliki banyak kebebasan, tetapi kita akan semakin teguh jika kita bersatu.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

 http://yesaya.indocell.net/1x1.gif
BAB 6 : BANGSA ISRAEL MEMASUKI TANAH TERJANJI
Kita semua ? ya semua anda , saya semua orang , merupakan saudara . wah mengapa ? karna secara Iman kita diciptakan berdasarkan citra Allah jadi jika masih ada yang bingung Allah itu seperti apa . Pergi saja ke cermin liat saja . Ya intinya kita semua bersaudara tanpa ada batasan apapun .
Dalam kejadian 1:26-28 dikatakan bahwa manusia sebagai citra Allah (Serupa dan segambar dengan Allah), karena          :
·         Manusia memiliki martabat
·         Manusia mengenal dirinya sendiri
·         Menjadi tuan atas dirinya sendiri
·         Mengabdikan diri dalam kebebasan
·         Hidup dalam kebersamaan dengan orang lain
·         Dapat berelasi dengan Allah, penciptanya
Allah membedakan manusia dengan ciptaan lainnya, berdasarkan :
·         Akal budi
·         Kebebasan
·         Hati nurani






      BAB 7 : Menegakkan keluhuran martabat manusia
·         Kehidupan sangat berjarga bagi manusia. Perjuangan untuk membela kehidupan dan merawat kehidupan menjadi hal yang utama dan pertama bagi manusia.
·         Usaha yang dapat dilakukan manusia untuk melindumgi kehidupan, antara lain : pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, perlindunan terhadap hak asasi manusia, penetapan hukum dan perundang-undangan yang mengatur hidup bersama.
·         Pada kenyataannya sekarang justru banyak orang yang memilih ‘budaya kematian’yang merupakan lawan dari ‘budaya kehidupan’. Budaya kehidupan adalah sebuah kebiasaan yang menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan sedangkan budaya kematian adalah suatu kebiasaan atau tindakan yang tidak menghargai kehidupan.
·          Budaya kematian bertentangan dengan kodrat manusia yang dipanggil untuk memelihara dan mengembangkan kehidupan menuju kesempurnaan.
·         Tindakan-tindakan yang menunjukan budaya kematian adalah: pembunuhan, mutilasi, tabrak lari, dsb.
·         Budaya kematian meliputi segala bentuk tindakan yang merusak, mengancam, dan menghancurkan hidup manusia entah jangka panjang ataupun pendek.
·         Gerja sejak dulu melarang segala bentuk menghilangkan nyawa seseorang.
·         Hidup manusia sejak dalam kandungan sampai tua harus dipelihara, karena hidup manusia sangat berharga melebihi kebutuhan apapun.

Menurut Paulus, setiap orang beriman harus berani memperjuangkan kehidupan yang mengandalkan peranan ROH dan bukan hidup menurut daging. Dalam Karekismu Gereja Universal art. 2288 dan 2289 dikatakan bahwa kehidupan dan kesehatan merupakan hal yang bernilai, yang dipercayakan Tuhan kepada manusia. Oleh karena itu, kita harus merawatnya dengan bijaksana dan bersama itu juga memperhatikan kebutuhan orang lain dan kesejahteraan umum. Seluruh dimensi hidup, baik fisik, mental, sosial maupun spiritual harus dipenuhi secara seimbang sehingga memiliki hidup yang sehat.

No comments:

Post a Comment