

· RINGKASAN
MATERI AGAMA KATHOLIK
Bab 1 : Allah
Berkehendak Menyelamatkan Semua Orang !
·
Keselamatan berasal dari
bahasa Yunani yaitu sozo yang artinya menyelamtkan, membebaskan,
mengawetkan, melestarikan, menyembuhkan. Keselamatan bagi manusia berarti menyembuhkan
dari kematian atau mempertahankan hidup.
·
Bagaimana Pandangan Keselamatan Dalam Kitab Suci ?
Menurut
Paulus:”Sebab kasih karunia, kamu
diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu
bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef.
2:8-9).
Tanda kasih Allah adalah keselamatan dalam diri Yesus itu lebar, panjang, dalam
dan tingginya lebih dari apapun jua di dunia ini (Ef. 3:18). Keselamatan
mengandung 4 arti penting, yaitu :
1. Diselamatkan
dari dosa & perbudakan. (Roma 10:1 dan Kisah Para Rasul 7:25)
2. Diselematkan
dari kehancuran & penghinaan. (Ibrani 10:1)
3. Diselamatkan
dari tubuh yang menderita atau sakit (Kisah Para Rasul 3:6, 4:10)
4. Diselamatkan
dari segala kutuk dan maut, serta diselamatkan sampai dengan akhirnya. (Roma
13:11)
·
Contoh realita Karunia
Keselamatan Allah
a) Allah
menyelamatkan manusia dengan menciptakan segala sesuatu
Contohnya adalah Allah mencipatakan
tempat yang istimewa bagi manusia seperti yang terdapat dalam Kej. 1-2)
b) Allah
menyelamatkan manusia dalam perjalanan hidupnya
Contohnya adalah ketika Allah memanggi
Abraham(Kel 12:1-9), memberikannya keturunan ( Kej 18:1-15) dan tidak
membiarkan umat-Nya kelaparan melalui Yusuf ( Kej 37-50), membebaskan umat-Nya
melalui Musa,dll.
c) Allah
menyelamatkan manusia dengan menghadirkan sesama
Contohnya Allah menhadirkan oran tua,
saudara, guru-guru, teman-teman, perawat, dokter, masyarakat,dsb bagi kita.
Kehendak Allah untuk membuat manusia bahagia dan selamat tidak terputuskan oleh
apapun dan semua dilakukan Allah tanpa pamrih.
·
Tanda Keselamatan Allah
Tanda keselamatan Allah yang paling nyata dan agung adalah kehadiran Yesus
Kristus . Karena begitu besar
kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yoh
3:16). Oleh karana itu, Santo Paulus mengatakan, ”Barang siapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri” (Kol
1:19). Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi
manusia.
Sama halnya dengan Yesus, kita juga dapat menjadi tanda keselamatan Allah bagi
sesama kita. Kesediaan kita untuk menolong orang lain tanpa pandang bulu,
mengasihi tanpa terkecuali, dapat menjadi tanda syukur kita akan keselamatan
yang dianugerahkan Allah kepada kita.
Ada berebagai sarana bagi manusia untuk menghayati Allah sebagai sumber
keselamatan, salah satunya dengan Sakramen Ekaristi karena dengan mengikutinya,
kita disatukan dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Selain itu, Allah sebagai
sumber keselamatan sejati, dapat dijumpai dan dirasakan melalui doa dan Kitab
Suci.
Karya keselamatan Allah pada manusia tetap berlangsung hingga sekarang dan
sampai akhir zaman. Oleh karena itu, kita selayaknya menanggapi dengan berbuat
kasih pada sesama sehingga dapat menjadi saran keselamatan Allah bagi orang
lain di hidup kita.
BAB 2 : BERAGAMA DAN BERIMAN SEBAGAI
TANGGAPAN ATAS KEHENDAK ALLAH !
·
Wahyu adalah pernyataan diri Allah
terhadap manusia (Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia).
·
Unsur dari wahyu adalah mengenalkan/memperkenalkan,
menunjukan, menghadirkan Diri dan kehendak-Nya (datang, mendekat/melawat,
mendekatai, menyapa, menolong).
·
Iman adalah tanggapan manusia terhadap perwahyuan diri Allah.
Penyerahan diri secara total kepada Allah dan kehendak-Nya. (Lih. Kejadian
22:15-19, Ayub 1: 20-22; Lukas 1 : 30-38).
·
Agama yang membutuhkan ungkapan-ungkapan yang obyektif
seperti : Hidup mengumat (jemaat), Ibadah (ritual keagamaan), Ajara, Pelayanan
kemasyarakatan.
·
Hidup manusia dalam beragam selalu bersifat dianamis,
maksudnya manusia dapat bergerak semakin mengerti, memahami, menghayati dan
mengaplikasikan ajaran imannya dalam kehidupan sehari-hari dan berkembang
menuju perbaikan diri (Pertobatan).
Pandangan Umum tentang Definisi Agama
·
Agama adalah sesuatu yang melekat dalam diri seseoran, berupaungkapan dan perwujudan keyakinan pribadi yang menuntun seseorang pada keselamatan
kini dan nanti di akhirat. Dari dulu manusia sudah menyadari bahwa Allah
merupakan sumber kepercayan kepada Allah yang menyelamatkan itu. Ungkapan
kepercayaan yang dibuat manusia misalnya dalam bentuk ritual-ritual atau
upacara-upacara keagamaan/kepercayaan.
·
Di Indonesia terdapat 6 Agama :
Katholik,Kristen,Islam,Budha,Hindu dan Konghucu
Berikut ini merupakan alasan/motivasi
yang muncul saat manusia menganut suatu agama :
· Mencari
perlindungan (rasa aman) bagi hidupnya
· Menemukan
jawaban atas persoalan hidup
· Menemukan
arti/makna hidup
· Sebagai pedoman
dalam menentukan tindakan yang baik
· Memuaskan
kerinduan akan masa depan yang lebih baik
Agama menjadi
sarana bagi manusia untuk mengenal dan membangun relasi yang akrab dengan Tuhan
Yang Maha Esa dan juga dengan sesama manusia beserta lingkungannya.
Namun, tidak semua orang mampu menghayati hidup beragama secara benar. Beberapa
penghayatan yang tidak benar :
· Menjalani hidup
beragama hanya sebatas hal-hal lahiriah
· Beragama KTP
(beragama dirasa cukup jika mencantumkan identitas agama yang dianut dalam KTP)
· Beragama hanya
menjalankan perintah-perintah dari pemimpin agam saja
· Menyalahgunakan
untuk pentingan diri-sendiri atau kelompoknya
· Menjadikan
agama untuk kepentingan politis, dsb.
Tujuan
manusia beragama
· Menemukan rasa
aman ketika menghadapi kesulitan di dalam hidup
· Untuk
memperoleh arti hidup
· Untuk pedoman
dalam menentukan tindakan yang baik
Penghayati
nilai-nilai hidup beragama yang tidak benar akan menimbulkan sikap munafik,
fanatisme sempit dan munculnya berbagai bentuk tindakan manusia yang tidak baik
,misalnya pelanggaran-pelanggaran hukum, pelanggaran HAM, pelanggaran
kemanusiaan, korupsi, dsb.
BAB 3 : BERIMAN
KRISTIANI
Menjadi katolik artinya menerima
dengan iman, wahyu Tuhan dan undangan dalam persatuan dengan-Nya. Sebagai murid
Kristus, kita tidak hanya mengikuti sebuah buku, tetapi Seorang Pribadi
Yesus Kristus sendiri, itulah sebabanya kita disebut sebagai “Christ-ian” atau Kristiani/Kristen. Karena kasih-Nya yang sempurna
inilah, Kristus ingin terus tinggal di tengah kita dan bersekutu/bersatu dengan
kita. Sebab kasih selalu menginginkan kebersamaan. Kristus menghendaki
kebersamaan dan persekutuan antara kita dengan Dia, atas dasar kasih dan
kebenaran, sebab Ia Allah yang adalah Sang Kasih (1 Yoh 4:8) dan Kebenaran (Yoh
14:6). Maka menjadi Katolik adalah menjadi seorang Kristiani sebab seorang
Kristiani sudah seharusnya menerima segala yang diwahyukan Allah di dalam
Kristus.
Iman Terdapat 2 Unsur :
·
Unsur pribadi,
yaitu percaya kepada Allah, akan segala kasih dan kebijaksanaan-Nya, sehingga
kita mau menyerahkan diri kita tanpa syarat kepada-Nya.
·
Unsur obyektif,
yaitu kita percaya akan isi wahyu yang diberikan Tuhan, memegangnya sebagai
sesuatu yang ilahi.
Makna
Beriman apa saja sih ?
1. Beriman tidak
hanya sekedar tahu atau percaya, melainkan berani melakukan apa yang
diketahuinya dan dipercayainya.
2. Beriman kepada
Allah berarti menyerahkan diri secara total kepada kehendak Allah
3. Penyerahan diri
secara total muncul berdasarkan keyakinan bahwa Allah pasti memberikan dan
melakukan yang terbaik bagi manusia. Yang dikehendaki Allah semata-mata adalah
kebahagiaan dan keselamatan manusia.
4. Sikap penyerahan
diri secara total tersebut memungkinkan manusia tidak tawar menawar apalagi
memaksakan kehendaknya, tidak ragu-ragu
Manfaat
Beriman ada apa saja sih ? yuk
Manfaat beriman bagi manusia
antara lain: tidak was-was atau khawatir akan hidup yang sedang dijalani, dekat
dengan Allah sehingga merasa bahagia, damai, aman, tenang, dan optimis dalam
menata hidup. Dengan beriman, kita juga memiliki kekuatan dan keberanian dalam
menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya.
Aspek-Aspek Beriman :
1. Iman adalah rahmat
2. Iman adalah
anugerah
dari Tuhan
3. Iman itu personal/pribadi
4. Beriman itu ada
prosesnya
5. Iman berkembang
dalam kebersamaan dengan orang lain.
Bab 4 : Mewujudkan Iman Kristiani dalam
Hidup Sehari-hari
Orang beriman Kristiani sejati
adalah orang yang hidup dan tindakannya senantiasa diwarnai dan dimotivasi oleh
iman Kristianinya, dan bukan sekedar oleh alasan keaamaan yang cenderung
lahiriah. Seorang yang beriman Kristiani adalah seorang yang religius, yaitu
orang yang selalu menyadarkan hidupnya pada Kristus dan menyadari bahwa seluruh
pristiwa hidupnya merupakan karya Kristus yang menyelamatkan.
Pengertian Iman
Iman adalah penyerahan diri secara total (menyeluruh) kepada kehendak
Allah. Iman juga bisa diartikan sebagai hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus
Kristus. Sifat-sifat iman adalah :
· Mengatur manusia kepada keselamatan
· Iman yang hidup
· Iman yang dihayati dan diamalkan
· Iman yang berbuah banyak
· Segala tindakan kita akhirnya merupakan bukti pengungkapan dan perwujudan
iman
Aspek-aspek Hidup beriman Kristiani
Pengalaman religius sebagai orang kristiani adalah pengalaman di mana manusia sungguh
menghayati karya dan kebaikan Allah yang berpuncak dalam diri Yesus Kristus,
dan karena pengalaman itu manusia sampai pada kemauan bebas untuk menyerahkan
diri kepada Kristus.
Penyerahan iman adalah jawaban atas wahyu Allah yang telah berkarya. Dengan adanya
penyerahan iman oran tidak saja mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan tetapi juga
mewujudkan tindakan atau perbuatan sesuai dengan ajaran-Nya.
Pengetahuan iman seorang kristiani juga dituntut terus-menerus untuk semakin mampu
mempertanggungjawabkan imannya.
Kekhasan iman Kristiani
Kekhasannya
terletak pada pribadi Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus tidak hanya diimani
sebagai nabi ututsan Allah, tetapi juga sebagai ‘perantara antara Allah dan
manusia’ . Oleh karena itu, orang yang beriman Kristiani sejati adalah orang
yang hidup dan tindakanya diwarnai dan dimotivasi oleh iman Kristiani ini dan
bukannya oleh alasan keagamaan yang cenderung lahiriah.
Iman Kristiani dirumuskan
secara singkat dalam syahadat. Ada dua jenis syahadat, yakni syahadat panjang
dan pendek. Keduanya memiliki inti yang sama, tetapi rumusannya berbeda.
Seorang yang beriman Kristiani adalah orang yang religius, yaitu orang yang
selalu menyandarkan hidupnya pada Kristus dan menyadari bahwa seluruh peistiwa
hidupnya adalah karya Kristus yang menyelamatkan.
BAB 5 : HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
APA ISTIMEWANYA MENJADI
SEORANG KATOLIK? Kadang-kadang membingungkan. Semua orang yang percaya kepada
Yesus disebut orang Kristen. Jadi, mungkin juga tidak ada bedanya kamu pergi ke
gereja yang mana. Lalu, apa istimewanya menjadi seorang Katolik? Mengapa kamu
mau menjadi seorang Katolik? Mari kita temukan jawabnya.
K |
:
|
Kristus sendiri yang mendirikan Gereja. Sebagai
gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, Gereja Katolik telah berumur lebih
dari 2000 tahun (usianya lebih panjang dari Gereja Kristen mana pun!).
|
|
A
|
:
|
Apostolik. Hidup Yesus sendiri diberikan kepada
kita melalui sakramen-sakramen, ajaran-ajaran Gereja dan melalui
pewartaan-pewartaan yang disampaikan oleh para biarawan, biarawati maupun
kaum awam.
|
|
T
|
:
|
Tujuh Sakramen diwariskan oleh Yesus kepada
Gereja.
|
|
O
|
:
|
rOh Kudus telah
dikaruniakan oleh Yesus yang Mahapengasih kepada kita untuk membimbing kita
masing-masing agar kita dengan segenap hati hidup seturut teladan Yesus.
|
|
L
|
:
|
Lestari. Gereja Katolik telah menerima janji
Roh Kudus bahwa Ia akan senantiasa memeliharanya dalam kebenaran.
|
|
I
|
:
|
"Inilah
tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu." Dalam Gereja Katolik, Hosti selalu
ditahtakan dalam Tabernakel, artinya Yesus senantiasa hadir dalam gereja
kita. Kita dapat pergi dan berdoa kepada-Nya kapan saja kita mau.
|
|
K
|
:
|
Kristus bekerja melalui Gereja bagi keselamatan
seluruh umat manusia karena Ia mengasihi semua orang.
|
Nah, sebagai permulaan,
di atas itu adalah tujuh alasan penting mengapa kita memilih menjadi seorang
Katolik.
sumber
: My Friend; St. Thomas Corner; www.daughtersofstpaul.com/myfriend
APA KEWAJIBAN KITA
SEBAGAI SEORANG KATOLIK? Kalian adalah anggota dari kelompok yang paling tua,
paling besar dan paling mengagumkan di dunia! Kamu seorang Katolik Roma. Kalian
menjadi Katolik ketika kalian dibaptis. Tetapi apakah yang harus kalian lakukan
agar dapat menjadi seorang Katolik yang taat?
Lima Perintah Gereja*
adalah kewajiban dasar seorang Katolik yang taat, yaitu:
|
1.
|
Rayakan hari raya yang
disamakan dengan hari Minggu.
|
|
2.
|
Ikutlah Perayaan
Ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan,
dan janganlah
melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.
|
|
3.
|
Berpuasalah dan
berpantanglah pada hari yang ditentukan.
|
|
4.
|
Mengaku dosalah
sekurang-kurangnya sekali setahun.
|
|
5.
|
Sambutlah Tubuh Tuhan
pada masa Paskah.
|
Itulah kewajiban
“minimum” seorang Katolik. Tidak seorang pun diharapkan menjadi seorang yang
“minimum”. Oleh karena itu, berjuanglah semaksimal mungkin untuk menjadi
seorang Katolik yang terbaik.
sumber
: P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing
Company; www.catholic1.com; * disesuaikan dengan buku Puji Syukur; Komisi
Liturgi KWI
APA HAK-HAK KITA SEBAGAI
SEORANG KATOLIK? Kelima Perintah Gereja adalah pedoman bagi kita untuk
menjalankan kewajiban kita sebagai seorang Katolik yang taat. Ya, tentu saja
orang lebih sering mengatakan kepada kita apa-apa saja yang HARUS kita lakukan,
tetapi bagaimana dengan hak-hak kita?
Sesungguhnya, bagi
seorang Katolik lebih banyak hal-hal menyenangkan yang didapatkan dibandingkan
kewajiban yang harus dilakukan. Kita mempunyai jaminan untuk tiga hal
terpenting dalam hidup: Keluarga, Dukungan dan Kebahagiaan.
KELUARGA
Kebanyakan remaja ingin
menjadi bagian dari suatu kelompok teman sebaya. Hanya sedikit saja yang senang
menyendiri, tetapi bahkan seorang penyendiri pun mempunyai teman-teman. Cara
kita berpakaian, cara kita berbicara, serta cara kita melakukan sesuatu
membantu kita merasa bahwa kita bagian dari suatu kelompok tertentu. Untuk
alasan itulah sebagian remaja menjadi anggota suatu kelompok/gang. Kita ingin
menjadi bagian dari apa yang kita anggap sebagai kelompok yang “tepat” -
setidak-tidaknya yang kita anggap “tepat” bagi kita. Sebagai seorang Katolik
kita menjadi bagian dari suatu kelompok terbesar dan tertua umurnya di dunia. Coba
bertanyalah kepada mereka yang menghadiri perayaan World Youth Day (Hari Kaum
Muda Sedunia), apakah mereka merasa sebagai bagian dari keluarga Katolik.
Anak-anak serta remaja dari seluruh dunia datang untuk ambil bagian. Tak
seorang pun dari mereka yang diperlakukan sebagai “orang luar”.
DUKUNGAN
Beberapa tahun yang lalu
saya membeli sebuah agenda elektonik - sejenis barang yang berguna untuk
membantu kita mengingatkan pertemuan-pertemuan dan nomer-nomer telepon. Agenda
itu bahkan dapat menyampaikan informasi-informasinya ke komputer saya. Tahun
lalu saya menganti sistem operasi di komputer saya ke “Windows ME”. Tahukah
kalian apa yang terjadi? Agenda tersebut tidak dapat bekerja dengan sistem yang
baru. Saya minta “tolong” kepada Microsoft. Mereka mengatakan, “Maaf, kami
tidak dapat menolong.” Hanya itu yang dapat mereka lakukan.
Tidak demikian halnya
dengan Gereja Katolik. Kalian selalu dapat memperoleh pertolongan untuk masalah
apa pun yang kalian hadapi. Kalian dapat pergi kepada seorang imam untuk minta
pertolongan. Dan kalian pasti akan DIPERHATIKAN. Jika imam tersebut tidak dapat
menolongmu, ia akan meminta pertolongan Bapa Uskup. Jika Bapa Uskup juga tidak
dapat menolongmu, ia akan meminta pertolongan Bapa Paus. Coba apakah bisa
seperti itu dengan Microsoft!
KEBAHAGIAAN
Ada banyak hal lain yang
menyenangkan menjadi seorang Katolik, tetapi yang paling menyenangkan ialah
bahwa kita sepenuhnya DIJAMIN untuk memperoleh KEBAHAGIAAN abadi selamanya.
Kalian tidak perlu menduga-duga bagaimana kita dapat sampai ke sorga atau
bertanya-tanya “apakah kita telah diselamatkan.” Sakramen-sakramen serta
ajaran-ajaran Gereja Katolik yang telah berumur 2000 tahun itu yang akan
membawamu ke sorga. Banyak orang yang akan masuk ke surga juga, tetapi mereka
harus menanggung beban mereka di atas pundak mereka sendiri. Dalam Gereja
Katolik kita memiliki peta jalan yang sempurna (ajaran-ajaran kita) dan seorang
pilot yang sempurna, yaitu Paus.
sumber
: P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing
Company; www.catholic1.com
MENGAPA SAYA HARUS PERGI KE GEREJA? Ketika
kalian beranjak dewasa, kalian menjadi sadar bahwa kalian dapat dan harus
mempunyai lebih banyak kebebasan untuk menentukan pilihan kalian sendiri.
Sayang sekali, kalian tergesa-gesa ingin disebut mandiri, karenanya kalian
kerapkali menolak pendapat atau pun norma-norma yang selama ini diterapkan oleh
orangtuamu. Ini wajar, tetapi sesungguhnya tindakan seperti ini bukan tindakan
yang cerdik. Kemungkinan kamu malah ikut membuang banyak hal-hal baik yang
sepatutnya tetap kamu pegang. Orangtuamu menerapkan cara yang mereka pakai
sekarang ini setelah mengalami begitu banyak pengalaman, termasuk yang
menyakitkan. Mereka ingin menghindarkan kamu dari kemalangan yang pernah mereka
sendiri rasakan.
Agama menjelaskan kepada
kita mengapa kita ada di dunia ini serta seperti apa kehidupan kita kelak.
Dalam agama kita menemukan kepercayaan serta tolok ukur yang pasti, yang demi
membela kebenarannya banyak orang telah berjuang dan wafat. Iman menjelaskan
tentang hidup dan bagaimana mendapatkan yang terbaik darinya. Setiap kali kamu
berhubungan dengan sesuatu yang menyangkut manusia, hal-hal yang buruk dapat
saja terjadi. Gereja Katolik memiliki jaminan yang pasti untuk melindungi kamu
dari hal-hal yang buruk itu. Perlindungan itu diberikan kepada kita dalam
bentuk kredo (kredo = pokok-pokok iman) dan ajaran-ajaran dari Bapa Suci serta
para Uskup, yang mereka terima dari Tuhan.
Salah satu gagasan yang
terpenting adalah agama itu merupakan sesuatu yang kita lakukan bersama. Bukan
pribadi, tetapi sosial. Dengan pergi ke gereja kita dapat selalu menjaga serta
membina hubungan baik dengan saudara-saudara seiman. Kita memang boleh memiliki
banyak kebebasan, tetapi kita akan semakin teguh jika kita bersatu.
sumber
: P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing
Company; www.catholic1.com
BAB 6 : BANGSA ISRAEL MEMASUKI TANAH TERJANJI
Kita semua ? ya semua anda , saya semua orang , merupakan
saudara . wah mengapa ? karna secara Iman kita diciptakan berdasarkan citra
Allah jadi jika masih ada yang bingung Allah itu seperti apa . Pergi saja ke
cermin liat saja . Ya intinya kita semua bersaudara tanpa ada batasan apapun .
Dalam kejadian 1:26-28 dikatakan bahwa
manusia sebagai citra Allah (Serupa dan segambar dengan Allah),
karena :
· Manusia memiliki
martabat
· Manusia mengenal
dirinya sendiri
· Menjadi tuan atas
dirinya sendiri
· Mengabdikan diri
dalam kebebasan
· Hidup dalam
kebersamaan dengan orang lain
· Dapat berelasi
dengan Allah, penciptanya
Allah membedakan manusia dengan ciptaan
lainnya, berdasarkan :
· Akal budi
· Kebebasan
· Hati nurani
BAB
7 : Menegakkan keluhuran martabat manusia
·
Kehidupan sangat berjarga bagi manusia.
Perjuangan untuk membela kehidupan dan merawat kehidupan menjadi hal yang utama
dan pertama bagi manusia.
·
Usaha yang dapat dilakukan manusia
untuk melindumgi kehidupan, antara lain : pelayanan kesehatan, pelayanan
sosial, perlindunan terhadap hak asasi manusia, penetapan hukum dan
perundang-undangan yang mengatur hidup bersama.
·
Pada kenyataannya sekarang justru
banyak orang yang memilih ‘budaya kematian’yang merupakan lawan dari ‘budaya
kehidupan’. Budaya kehidupan adalah sebuah kebiasaan yang menghargai dan
menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan sedangkan budaya kematian adalah suatu
kebiasaan atau tindakan yang tidak menghargai kehidupan.
·
Budaya kematian bertentangan dengan
kodrat manusia yang dipanggil untuk memelihara dan mengembangkan kehidupan
menuju kesempurnaan.
·
Tindakan-tindakan yang menunjukan
budaya kematian adalah: pembunuhan, mutilasi, tabrak lari, dsb.
·
Budaya kematian meliputi segala bentuk
tindakan yang merusak, mengancam, dan menghancurkan hidup manusia entah jangka
panjang ataupun pendek.
·
Gerja sejak dulu melarang segala bentuk
menghilangkan nyawa seseorang.
·
Hidup manusia sejak dalam kandungan
sampai tua harus dipelihara, karena hidup manusia sangat berharga melebihi
kebutuhan apapun.
Menurut Paulus, setiap orang beriman harus berani
memperjuangkan kehidupan yang mengandalkan peranan ROH dan bukan hidup menurut
daging. Dalam Karekismu Gereja Universal art.
2288 dan 2289 dikatakan bahwa kehidupan dan kesehatan merupakan hal yang
bernilai, yang dipercayakan Tuhan kepada manusia. Oleh karena itu, kita harus
merawatnya dengan bijaksana dan bersama itu juga memperhatikan kebutuhan orang
lain dan kesejahteraan umum. Seluruh dimensi hidup, baik fisik, mental, sosial
maupun spiritual harus dipenuhi secara seimbang sehingga memiliki hidup yang
sehat.

No comments:
Post a Comment